Kompas.com - 06/08/2018, 09:39 WIB
Serpihan pesawat Junker JU52 HB-HOT, milik maskapai Ju-Air yang jatuh di pegunungan Swiss, Sabtu (4/8/2018). THE AVIATION HERALD / LOCAL POLICE GRAUBUENDENSerpihan pesawat Junker JU52 HB-HOT, milik maskapai Ju-Air yang jatuh di pegunungan Swiss, Sabtu (4/8/2018).

PIZ SEGNAS, KOMPAS.com — Sebuah pesawat terbang dari era Perang Dunia II jatuh di wilayah pegunungan Swiss, Sabtu (4/8/2018). Seluruh penumpang dan kru tidak ada yang selamat.

Juru bicara kepolisian Swiss, Anita Senti, mengatakan, pihaknya telah mendapatkan kepastian bahwa 17 penumpang dan 3 orang kru pesawat tewas di lokasi kecelakaan.

"Korban terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan, termasuk pasangan asal Austria dan putra mereka," kata Senti dalam konferensi pers, Minggu (5/8/2018).

Melansir dari AFP, pesawat naas tersebut berjenis Junker JU52 HB-HOT, milik maskapai Ju-Air.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Meksiko, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat produksi Jerman pada 1939 tersebut jatuh di Gunung Piz Segnas, sekitar ketinggian 2.540 meter di sisi barat gunung.

Dilaporkan surat kabar lokal, Blick, pesawat tersebut dalam penerbangan pulang ke landasan udara militer Dubendorf dari Locarno.

Media lokal, mengutip pernyataan seorang saksi mata, mengatakan, pesawat sempat berbalik arah 180 derajat ke selatan sebelum jatuh.

"Pesawat itu jatuh seperti sebuah batu. Serpihan pesawat tersebar ke area yang kecil, mengindikasikan kecelakaan tidak disebabkan karena ledakan di udara," kata saksi.

Kepolisian sebelumnya sempat memberangkatkan lima helikopter untuk misi pencarian dan penyelamatan hingga Minggu malam.

Melalui situs resminya, Ju-Air mengungkapkan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban kecelakaan.

Maskapai Ju-Air yang memiliki hubungan dengan Angkatan Udara Swiss mengoperasikan empat buah pesawat Junker buatan 1939.

Pilot pesawat adalah veteran militer dan pilot profesional yang bekerja secara sukarela.

Seusai insiden, operasional maskapai ditangguhkan sementara.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Gunung Alpen, 4 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.