Kompas.com - 20/06/2018, 12:14 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Seorang ibu di Inggris menjual sebuah bom sisa Perang Dunia II di situs lelang, eBay, dengan harga awal 0,99 poundsterling atau sekitar Rp 18.000.

Tracie Wright memasang iklan penjualan bom pada pekan lalu. Namun, seorang yang akan membeli bom itu mengatakan padanya, kemungkinan bom tersebut berpotensi meledak.

Ibu yang tinggal di Spalding, Lincolnshire, bahkan berencana mengizinkan anaknya untuk membawa bom Jerman itu ke sekolah.

Baca juga: Biarawati Pahlawan saat Perang Dunia II Meninggal di Usia 103 Tahun

Setelah mendapat informasi benda itu bisa meledak kapan saja, tim penjinak bom langsung menyisir rumahnya.

"Jujur, saya tidak tahu apa itu ketika saya menemukannya. Itu seperti granat kosong dari Perang Dunia I atau II," katanya.

Dilansir dari Daily Mail, Selasa (19/6/2018), Wright menemukan bom pada kotak koleksi yang dia beli dari acara lelang.

Kemudian, dia memutuskan untuk menjualnya di eBay. Beberapa jam setelah mengunggah iklannya, seorang kolektor menghubunginya dan mengatakan kepadanya bom bisa berpotensi mematikan.

"Saya sering membeli barang-barang dari lelang dan pasar, kemudian menjualnya dengan sedikit keuntungan," ucapnya.

"Orang-orang selalu suka membeli barang-barang militer tua, jadi saya menaruhnya di eBay," imbuhnya.

Wright segera memanggil polisi ketika mendapat informasi kemungkinan bom dapat meledak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.