Kompas.com - 25/08/2018, 20:13 WIB
Foto dirilis pada Sabtu (14/4/2018) di situs resmi kantor berita Suriah, SANA, menunjukkan serangan udara Sekutu di pinggiran Damaskus, Suriah. Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. AFP PHOTO/SANA/HANDOUT/STRFoto dirilis pada Sabtu (14/4/2018) di situs resmi kantor berita Suriah, SANA, menunjukkan serangan udara Sekutu di pinggiran Damaskus, Suriah. Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

JENEWA, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mengancam bakal mengerahkan kekuatan militer untuk menggempur Suriah.

Ancaman tersebut dilontarkan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton saat bertemu penasihat Rusia Nikolai Patrushev, seperti dikemukakan pejabat anonim.

Baca juga: Biaya Serangan Pertama AS ke Suriah Setara 30 Km Jalan Tol di Indonesia

Menurut pejabat itu, Bolton berkata kepada Patrushev bahwa Presiden Bashar al-Assad berniat menggunakan senjata kimia ke Idlib.

"Bolton berkata, AS bakal merespon dengan serangan skala besar jika Assad memakainya," kata pejabat itu dilansir Bloomberg Jumat (24/8/2018).

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergyey Ryabkov menyatakan Kremlin sangat memperhatikan ancaman yang dilontarkan Bolton.

"Jika keadaan tak berjalan sesuai keinginan AS dan sekutunya, maka bakal timbul provokasi yang baru," kata Ryabkov.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengatakan dia bakal menghukum Assad jika mereka menggunakan senjata kimia.

Peringatan itu sempat terjadi dua kali. Di April 2017, kapal perang AS menembakkan 60 rudal jelajah yang menghantam pangkalan udara Suriah.

Washingtong mengulanginya kembali setahun kemudian di mana total 112 rudal Tomahawk menghantam tiga target di Damaskus.

Serangan kedua merupakan respon Trump setelah senjata kimia jenis klorin digunakan kepada kelompok pemberontak di Douma, Ghouta Timur.

Rusia sebagai sekutu Assad membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan senjata itu digunakan organisasi Front Al-Nusra.

Baca juga: Organisasi Pengawas Senjata Kimia Sebut Klorin Telah Digunakan di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.