Kirim 130 Ton Beras ke Kampung Halaman, Pembelot Korea Utara Ditahan

Kompas.com - 26/07/2018, 12:45 WIB
Kelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea. AFP / JUNG YEON-JEKelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea.

SUWON, KOMPAS.com - Seorang pembelot Korea Utara ditahan otoritas Korsel setelah dituduh menyelundupkan 130 ton beras ke kampung halamannya.

Pengadilan Distrik di Kota Suwon pada Selasa (24/7/2018) telah menjatuhkan hukuman penjara selama 2,5 tahun kepada seorang perempuan pembelot Korea Utara, yang diketahui hanya dengan nama keluarganya, Lee.

Lee, yang berusia 49 tahun, dianggap bersalah telah melakukan kontak tanpa izin dengan polisi rahasia Korea Utara dan mengirimkan beras ke negaranya.

Tindakan tersebut diyakini telah dilakukan Lee lebih dari sekali. Dia juga mengirimkan uang 80 juta won (sekitar Rp 1 miliar) kepada perantara yang mengatur pengiriman.

Baca juga: Korea Utara Lacak Pembelot Lewat Aplikasi Resep Makanan

Lee, pembelot yang melarikan diri dari Korea Utara pada 2011 telah tinggal dan bekerja di dunia hiburan di Korea Selatan.

Namun sejak tahun lalu, Lee diduga secara diam-diam telah berhubungan dengan seorang perantara dan polisi rahasia Korea Utara.

Lee berdalih beras yang dikirimkannya ditujukan untuk putranya yang dia tinggalkan di kampung halamannya di Korea Utara.

"Beras itu untuk anak laki-laki saya yang telah saya tinggalkan di Korea Utara," kata Lee di hadapan persidangan.

Meski demikian, jaksa penuntut tidak langsung mempercayai alasan tersebut.

Menurut jaksa penuntut, beras sebanyak 130 ton itu sengaja diselundupkan Lee untuk membuktikan kesetiaannya kepada Korea Utara agar terbebas dari hukuman saat dia kembali ke negaranya.

"Beras yang dikirimkan menggunakan jalur resmi," kata pihak pengadilan dilansir The Korea Times.

"Adalah hal yang mustahil untuk mengirimkan beras sebanyak itu tanpa perundingan sebelumnya atau tanpa kontak dengan pejabat Korea Utara," lanjutnya.

Baca juga: Polisi Korsel Larang Pembelot Korut Sebar Selebaran Anti-Pyongyang

Meskipun banyak warga Korea Utara yang melarikan diri dan membelot ke Korsel, namun tidak jarang yang kemudian ingin kembali.

Para pembelot yang ingin kembali salah satunya karena ingin dapat bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarga yang mereka tinggalkan di Korea Utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X