Kompas.com - 06/05/2018, 23:51 WIB
Kelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea. AFP / JUNG YEON-JEKelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea.

PAJU, KOMPAS.com - Sekelompok aktivis pembelot Korea Utara berencana menerbangkan sebuah balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang, Sabtu (4/5/2018).

Aksi tersebut akhirnya digagalkan oleh petugas kepolisian Korea Selatan karena dianggap bakal melanggar kesepakatan yang telah dicapai pada pertemuan antar-Korea pada 27 April lalu.

Dalam pertemuan antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un di desa Panmunjom, kedua pihak sepakat akan memulihkan perdamaian dan rekonsiliasi.

Salah satunya dengan menghentikan semua tindakan bermusuhan seperti penyiaran propaganda melalui pengeras suara yang dipasang di sepanjang perbatasan.

Baca juga : Korsel Matikan Loudspeaker Penyebar Propaganda di Perbatasan

Selain itu, penyebaran selebaran anti-Pyongyang yang sebelumnya kerap dilakukan juga diminta untuk dihentikan.

Kedua Korea telah melepas pengeras suara propaganda pada akhir pekan lalu, namun sejumlah aktivis pembelot Korea Utara tampaknya tidak berkenan dengan langkah tersebut.

Sekitar 20 aktivis pembelot Korea Utara berkumpul di sebuah taman di kota perbatasan, Paju. Mereka telah menyiapkan balon gas yang diikatkan dengan tumpukan selebaran.

Demi mengatasi situasi tersebut, kepolisian mengerahkan 300 personil untuk mengamankan para aktivis dan menyita balon, tabung gas serta selebaran mereka.

Polisi juga berupaya mencegah terjadinya bentrokan antara kelompok aktivis dengan sekelompok orang yang menuduh mereka berupaya menyulut konfrontasi dengan Korut.

Park Sang-hak, seorang tokoh aktivis dan pembelot Korea Utara mengatakan pihak Korut sama sekali belum berubah dan hanya ingin memanipulasi dengan perdamaian.

Baca juga : Para Pembelot Korut Kirim Botol Informasi ke Utara lewat Laut

"Warga Korea Selatan sudah mabuk oleh serangan damao Kim Jong Un. Korea Utara sama sekali belum berubah," ujarnya.

"Kami bersumpah akan terus melanjutkan upaya mengirim selebaran ke perbatasan dan menyampaikan kebenaran para orang Korea Utara dan mengakhiri rezim Kim Jong Un," tambahnya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X