Inggris Berjanji Segera Tambah Jumlah Pasukannya di Afghanistan - Kompas.com

Inggris Berjanji Segera Tambah Jumlah Pasukannya di Afghanistan

Kompas.com - 11/07/2018, 16:39 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May.Tolga Akmen / AFP Perdana Menteri Inggris Theresa May.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May telah menjanjikan bahwa negaranya akan mengirimkan tambahan pasukan hingga 440 personil ke Afghanistan.

Janji itu disampaikan May di sela pertemuan antara perwakilan negara-negara anggota NATO dalam konferensi tingkat tinggi yang tengah berlangsung di Brussels, Belgia, pada Rabu (11/7/2018).

Perdana Menteri May menyampaikan, personil tambahan yang akan dikirim ke Afghanistan tersebut berasal dari resimen Penjagaan Wales.

Pemberangkatan personil tambahan direncanakan dibagi menjadi dua kali, yakni separuh pada bulan Agustus dan sisanya akan diberangkatkan dalam kontingen kedua pada bulan Februari.

"Dalam melakukan penambahan pasukan ke operasi bantuan dukungan dan pelatihan di Afghanistan, perlu digarisbawahi bahwa ketika NATO memanggil, Inggris menjadi salah satu yang pertama menjawab panggilan tersebut," kata May dalam konferensi tingkat tinggi.

Baca juga: Menlu AS Desak Pembicaraan Damai Afghanistan dengan Taliban

"Kehadiran pasukan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan kestabilan dan keamanan yang pantas didapatkan rakyat Afghanistan," tambahnya dilansir AFP.

Jika terlaksana, penambahan pemberangkatan pasukan ini akan menjadikan total tentara Inggris di negara tersebut mencapai sekitar 1.100 personil.

Terakhir kali pasukan tempur Inggris meninggalkan Afghanistan adalah pada 2014 silam, usai terlibat dalam konflik di negara itu sejak 2001.

Secara keseluruhan, negara-negara anggota NATO memiliki hingga 16.000 personil di Afghanistan untuk mendukung pasukan negara tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 di antaranya merupakan personil tentara AS.

Desakan dari NATO kepada Inggris untuk mengirimkan lebih banyak pasukan ke negara konflik itu sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu.

Trump juga telah berulang kali meminta kepada negara-negara sekutu NATO untuk turut meningkatkan anggaran belanja dalam bidang pertahanan mereka.

Sejauh ini baru lima negara anggota NATO, termasuk Inggris yang telah menyanggupi untuk memenuhi janji menganggarkan minimal 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk pertahanan.

"Aliansi bisa menjadikan Inggris sebagai contoh, tidak hanya dalam hal memenuhi janji penganggaran dua persen untuk pertahanan, namun juga dalam turut menyumbangkan kemampuan kami yang canggih untuk operasi di seluruh dunia," kata May.

Baca juga: Taliban Culik 43 Warga Afghanistan dari Kamp Konstruksi Jalan



Close Ads X