Kompas.com - 05/07/2018, 16:53 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyapa para pendukungnya usai gelaran pemilu, Minggu (24/6/2018). DAILY MIRROR / ANADOLUPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyapa para pendukungnya usai gelaran pemilu, Minggu (24/6/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Badan Pemilihan Turki pada Rabu (4/7/2018), telah resmi mengumumkan hasil pemilihan presiden dan anggota parlemen yang digelar pada 24 Juni lalu.

Hasil akhir perhitungan suara resmi oleh Komite Pemilihan Tertinggi (YSK), menempatkan calon petahana Recep Tayyip Erdogan sebagai pemenang dengan perolehan 26,3 juta suara atau 52,59 persen dari suara sah.

Melansir AFP, hasil persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan perolehan suara Erdogan saat terpilih pada Agustus 2014 yang hanya 51,79 persen.

Saingan utama Erdogan dari partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Muharrem Ince, hanya meraih 30,64 persen suara, diikuti calon presiden dari Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi, Selahattin Demirtas meraih 8,40 persen suara.

Baca juga: Erdogan Penuhi Janji Kampanye, Status Darurat Turki Berakhir Bulan Depan

Setelah resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilu, Erdogan akan disumpah untuk masa jabatan keduanya sebagai presiden pada Senin (9/7/2018) mendatang.

Dalam mandat keduanya, Erdogan akan memperluas kekuasaannya dalam kepemimpinan eksekutif setelah perubahan konstitusi yang disetujui dalam referendum tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kekuasaan terbaru, presiden akan dapat secara langsung menunjuk pejabat publik, termasuk menteri dan wakil presiden.

Sementara posisi perdana menteri, yang saat ini dijabat sekutu Erdogan, Binali Yildirim, juga akan resmi dihapuskan pada Senin mendatang.

Komite Pemilihan Tertinggi juga mengumumkan hasil akhir pemilihan parlemen yang menunjukkan Partai Keadilan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki memenangkan 295 kursi di parlemen.

Partai Gerakan Nasionalis (MHP), mitra AKP dalam Aliansi Kerakyatan, meraih 49 kursi, menjadikan suara koalisi partai tersebut memimpin mayoritas di parlemen.

Sementara dari partai oposisi utama CHP hanya memenangkan 146 kursi, diikuti HDP yang menjadi oposisi terbesar kedua di parlemen dengan 67 kursi.

Sisa kursi di parlemen diraih Partai Iyi yang akan memasuki parlemen untuk pertama kalinya dengan 43 kursi.

Baca juga: Sebut Erdogan Diktator, Ketua Partai Oposisi Turki Tolak Beri Selamat



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.