Biografi Tokoh Dunia: Thomas Jefferson, Penulis Naskah Proklamasi AS

Kompas.com - 04/07/2018, 21:47 WIB
Thomas Jefferson, salah satu pendiri Amerika Serikat, menteri luar negeri pertama, dan presiden ketiga AS. via Reading Through HistoryThomas Jefferson, salah satu pendiri Amerika Serikat, menteri luar negeri pertama, dan presiden ketiga AS.

KOMPAS.com - Thomas Jefferson merupakan politisi yang dikenal sebagai salah satu dari Bapak Pendiri Amerika Serikat ( AS).

Dia merupakan penulis utama naskah Deklarasi Kemerdekaan AS yang diratifikasi oleh 56 delegasi dari Kongres Continental pada 4 Juli 1776.

Sempat menjadi wakil presiden, Jefferson kemudian naik menjadi Presiden ketiga AS pada periode 4 Maret 1801 sampai 4 Maret 1809.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pria yang merupakan menteri luar negeri pertama Negeri "Paman Sam".

Baca juga: Buka Puasa di Gedung Putih, Era Thomas Jefferson hingga Barack Obama

1. Masa Kecil
Jefferson lahir pada 13 April 1743 menurut penanggalan baru di Shadwell, Koloni Virginia, dan merupakan anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Ayahnya, Peter Jefferson, merupakan seorang pengusaha perkebunan sukses sekaligus kartografer yang meninggal saat Jefferson berusia 14 tahun.

Adapun ibunya Jane Randolph Jefferson datang dari keluarga yang cukup terkenal sebagai kapten kapal dan politisi di kalangan Koloni Virginia.

Jefferson mendapatkan pendidikan awal di rumah keluarga ibunya, Randolph, di Tuckahoe. Di usia sembilan tahun, dia masuk sekolah lokal yang dikelola Presbyterian Skotlandia.

Selama di sekolah, dia mempelajari Latin, Yunani, Perancis, menunggang kuda, sejarah, sains, maupun musik klasik.

Di masa kecilnya, Jefferson berkawan baik dengan beberapa suku asli AS, Indian. Termasuk Kepala Suku Cherokee yang terkenal, Ontassete.

Jefferson lalu masuk Perguruan Tinggi William & Mary di Williamsburg pada umur 16 tahun, dan belajar matematika, metafisika, dan filosofi di bawah asuhan Profesor William Small.

Di 1762, Jefferson lulus dari William & Mary. Kemudian dia mempelajari hukum di bawah bimbingan jaksa terkenal Virginia, dan bekerja sebagai advokat di 1767.

Dia masuk menjadi anggota Majelis Burgesses sebagai perwakilan dari Albemarle County pada periode 1769 hingga 1775.

Baca juga: Warganet Pilih Ucapan HUT Anak Obama ketimbang Kemerdekaan AS

2. Karir sebagai Politisi
Kehidupan politik Jefferson terjadi ketika perubahan besar sedang terjadi di koloni Kerajaan Inggris di Amerika.

Perang Perancis dan India yang terjadi di 1763 membuat Inggris berada di kesulitan keuangan yang begitu memprihatinkan.

Untuk menyehatkan finansial, Inggris memperkenalkan sistem pajak baru kepada koloni Amerika yang membuat mereka marah.

Pajak atas barang-barang cetak maupun kertas, dikenal sebagai Stamp Act di 1765, membuat koloni Amerika menggelorakan semangat revolusi.

Baca juga: Korut Sebut Peluncuran Misil adalah Hadiah HUT Kemerdekaan AS

Mereka menyerukan slogan "Tidak Ada Pajak Tanpa Kami Mendapat Keadilan yang Sah".

Delapan tahun kemudian, tepatnya di 16 Desember 1773, warga koloni Amerika memprotes pajak teh dengan membuang 342 peti teh ke laut.

Peristiwa yang berlangsung di Pelabuhan Boston tersebut kemudian dikenal sebagai "Pesta Teh Boston (Boston Tea Party)".

Kemudian di April 1775, milisi Amerika terlibat kontak senjata dengan pasukan Inggris di kota Lexington dan Concord di Massachusetts, yang dikenal sebagai Perang Revolusi Amerika.

Sebagai anggota dari Majelis Burgesses, Jefferson bergabung dengan kelompok radikal yang dikomandoi oleh Patrick Henry dan George Washington.

Di 1774, Jefferson merampungkan tulisan politik pertama yang membuat namanya melambung, A Summary View of the Rights of British America.

Setahun kemudian, dia menghadiri Kongres Kontinental Kedua yang memprakarsai pendirian Tentara Kontinental dengan Washington sebagai Panglima Tertinggi.

Baca juga: Kecelakaan pada Hari Kemerdekaan AS Paling Banyak Merenggut Nyawa

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X