Buka Puasa di Gedung Putih, Era Thomas Jefferson hingga Barack Obama - Kompas.com

Buka Puasa di Gedung Putih, Era Thomas Jefferson hingga Barack Obama

Kompas.com - 17/05/2018, 16:50 WIB
Presiden Barack Obama menyalami Samantha Elauf dalam acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Senin (22/6/2015). Samantha adalah perempuan AS yang membela haknya mengenakan hijab hingga ke Mahkamah Agung.Reuters/Al Arabiya Presiden Barack Obama menyalami Samantha Elauf dalam acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Senin (22/6/2015). Samantha adalah perempuan AS yang membela haknya mengenakan hijab hingga ke Mahkamah Agung.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menggelar buka puasa bersama untuk menandai hari terakhir Ramadhan. Namun, Gedung Putih menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri ke seluruh umat Muslim.

Trump disebut telah mematahkan tradisi yang pernah dilakukan oleh Presiden ke-3 AS Thomas Jefferson pada 9 Desember 1805. 

Jefferson diklaim sebagai orang pertama memulai kegiatan buka puasa bersama pertama di Gedung Putih.

Namun, laporan dari TheWashington Post pada tahun lalu menyebut, Jefferson bukanlah pionir iftar di rumah kepresidenan AS.

Baca juga: Potret Ramadhan di Utara Kanada, Puasa hingga 20 Jam Sehari...

Saat itu, duta besar Tunisia, Sidi Soliman Melli Melli, mengunjungi Washington bertepatan pada masa Ramadhan. Jefferson mengundangnya hadir pada jamuan makan malam di Gedung Putih pada pukul 15.30 waktu setempat.

Namun, Melli Melli tak dapat ikut karena sedang berpuasa sampai matahari terbenam.

Jefferson hanya punya dua pilihan, antara membatalkan makan malam atau mengubah jadwalnya agar sang tamu dapat hadir. Kemudian, dia memilih opsi yang terakhir.

Acara buka puasa bersama yang digelar Jefferson masih diperdebatkan hingga kini.

Para sejarawan menyebut jamuan makan malam itu sebagai buka puasa pertama yang berlangsung di Gedung Putih. Namun, yang lain tidak berpendapat demikian.

Baca juga: Inilah 6 Tempat dengan Waktu Puasa Terpanjang di Dunia

Pada 1996, Ibu Negara Hillary Clinton memimpin jamuan makan untuk buka puasa bersama menandai berakhirnya Ramadhan.

Clinton menyebut, tradisi itu dibangun sejak putrinya, Chelsea, belajar sejarah Islam beberapa tahun sebelumnya.

Berikutnya, Presiden George W Bush masih menjaga tradisi tersebut setiap tahunnya selama dua periode pemerintahannya, bahkan setelah insiden serangan 9 September 2001.

Dia mengatakan, jamuan buka puasa bersama merupakan simbol perlawanan terhadap teroris.

Pada Ramadhan 2005, Bush bahkan menambahkan salinan pertama Al Quran di perpustakaan Gedung Putih.

Baca juga: 7 Cara Menyiasati Agar Tak Dehidrasi Saat Puasa

Selanjutnya, Presiden Barack Obama, juga meneruskan tradisi buka puasa bersama di Gedung Putih sejak 2009 hingga 2016.

"Muslim Amerika telah menjadi bagian dari keluara Amerika sejak pertama kali dibentuk," ucap Obama.

Buka puasa di Gedung Putih biasanya mengundang diplomat, staf, dan pejabat terpilih lainnya, termasuk pemimpin muda dan komunitas lainnya.


Komentar

Close Ads X