Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/06/2018, 22:24 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Serangkaian serangan yang dilancarkan terhadap pasukan keamanan Afghanistan pada Selasa (19/6/2018) malam, menewaskan setidaknya 30 tentara pemerintah.

Insiden serangan tersebut terjadi hanya berselang sehari usai berakhirnya gencatan senjata tiga hari yang disepakati Taliban dengan pemerintah Afghanistan.

Dilaporkan pejabat pemerintah, Rabu (20/6/2018), rangkaian serangan itu menjadi yang paling mematikan sejak berakhirnya gencatan senjata.

Serangan oleh kelompok militan menyasar dua markas milik pasukan pemerintah di Provinsi Badghis dan konvoi bala bantuan.

Para pejabat pemerintah meyakini kelompok militan telah merencanakan serangan tersebut selama berlangsungnya gencatan senjata tiga hari sejak perayaan Idul Fitri.

Baca juga: Taliban Tak Ingin Perpanjang Masa Gencatan Senjata

"Lebih dari setengah jumlah korban adalah akibat sergapan dan ledakan bom di tepi jalan yang menyerang konvoi bala bantuan," kata Gubernur Abdul Qhafoor Malikzai kepada AFP.

Melalui pesan yang dikirimkan melalui aplikasi pesan WhatsApp kepada wartawan, Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut.

Dewan Provinsi meyakini Taliban telah mengambil keuntungan dari penghentian peperangan sementara selama gencatan senjata untuk melakukan pengintaian dan merencanakan serangan.

"Selama berlaku gencatan senjata Taliban mengirim informan untuk mengumpulkan informasi tentang pangkalan dan merencanakan serangan," kata kepala dewan provinsi, Abdul Aziz Bek.

Juru bicara gubernur Badghis, Jamshid Shahabi mengatakan, selain korban tewas dari pasukan pemerintah, setidaknya 15 anggota militan turut terbunuh dan 21 petugas mengalami luka dalam serangan ke dua markas di distrik Bala Murghab.

Kementerian Pertahanan mengeluarkan pernyataan, mengatakan pertempuran di wilayah tersebut masih berlanjut setelah Taliban mendapat perlawanan dari pasukan keamanan Afghanistan.

Sebelumnya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Taliban berlangsung selama sepekan sejak Selasa (12/6/2018) hingga 19 Juni.

Namun Taliban hanya menerapkan tiga hari gencatan senjata yang dimulai sejak perayaan Idul Fitri.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Guncang Gencatan Senjata dan Idul Fitri di Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.