Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/06/2018, 19:12 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban tidak akan memperpanjang masa gencatan senjata yang telah dilaksanakan selama tiga hari untuk menyambut Idul Fitri.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyatakan pengumuman tersebut pada Minggu (17/6/2018), yang sekaligus memupus harapan bagi perdamaian.

"Gencatan senjata berakhir malam ini dan operasi kami akan dimulai," katanya kepada AFP.

"Kami tidak punya niat untuk memperpanjang gencatan senjata," imbuhnya.

Baca juga: Bom ISIS Serang Perayaan Idul Fitri Taliban dan Pasukan Afghanistan

Sebelumnya, pada Sabtu (16/6/2018), Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengungkapkan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dengan kelompok Taliban akan diperpanjang.

Namun, pernyataan Mujahid tidak mengacu pada pengumuman dari Ghani.

Ghani menginginkan agar gencatan sejata dapat diperpanjang hingga 8 hari, yang akan berakhir pada Selasa (19/6/2018) malam. Dukungan internasional mengalir supaya Taliban juga mengikuti niat pemerintah Afghanistan.

Taliban dan pasukan pemerintah resmi melaksanakan gencatan senjata nasional pertama sejak invasi Amerika Serikat pada 2001.

Perdamaian keduanya disambut gembira di seluruh negara. Taliban, pasukan keamanan negara, dan warga sipil bersama-sama merayakan Idul Fitri.

Mereka saling berpelukan dan mengambil "selfie" satu sama lain dalam dua hari pertama Idul Fitri.

Baca juga: Ketika Militer Afghanistan dan Taliban Rayakan Idul Fitri Bersama

Warga sipil berbondong-bondong menyambut kelompok Taliban yang meninggalkan pos atau daerah mereka sehingga memicu harapan masyarakat tentang perdamaian di Afghanistan.

Namun, perayaan tersebut dirusak oleh serangan bom bunuh diri di provinsi Nangarhar pada Sabtu (16/6/2018) yang menewaskan 36 orang dan melukai 65 orang lainnya.

Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. ISIS tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.