Bom ISIS Serang Perayaan Idul Fitri Taliban dan Pasukan Afghanistan

Kompas.com - 17/06/2018, 09:54 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

KABUL, KOMPAS.com - Pada Sabtu (16/6/2018), Taliban dan pasukan Afghanistan berkumpul untuk merayakan Idul Fitri bersama, di tengah keputusan melakukan gencatan senjata.

Taliban berdoa dengan pasukan keamanan, politisi, dan warga sipil dalam gencatan senjata nasional pertama sejak invasi Amerika Serikat pada 2001.

Mereka memasuki ibu kota dan kota-kota lain untuk saling bertukar pelukan dan berpose sambil swafoto atau "selfie", menunjukkan kegembiraan Idul Fitri.

Baca juga: Ketika Militer Afghanistan dan Taliban Rayakan Idul Fitri Bersama

Namun, suasana damai itu dikacaukan oleh serangan bom bunuh diri yang menewaskan 26 orang, mayoritas berasal dari kelompok Taliban. Sementara, lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka.

Insiden itu terjadi di distrik Rodat, provinsi Nangargar, dan merupakan yang terbesar pertama sejak awal Idul Fitri tahun ini.

Laporan Reuters dikutip dari Straits Times mengungkap, kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kantor berita Amaq menyebut, target bom bunuh diri menyasar pada perkumpulan pasukan Afghanistan pada saat Lebaran.

"Serangan bom bunuh diri meledak di antara pasukan keamanan dan Taliban yang merayakan gencatan sejata," kata juru bicara gubernur setempat, Attaullah Khogyani kepada AFP.

Seperti diketahui, Taliban mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari dimulai pada Jumat (15/6/2018). Mereka berjanji tidak menyerang pasukan keamanan Afghanistan.

Tapi, mereka akan tetap menyerang pasukan NATO yang dipimpin AS.

Baca juga: Jelang Gencatan Senjata dengan Taliban, Afghanistan Diguncang Bom

Foto-foto kebersamaan Taliban, pasukan keamanan Afghanistan, dan warga sipil merayakan bersama Idul Fitri diharapkan dapat memancing gencatan senjata terus berlanjut

"Lihat, mereka bersaudara. Jika pemimpin mereka datang, duduk, dan berbicara seperti pasukan mereka, kita akan memiliki kedamaian esok," tulis seorang pengguna Facebook, Said Hasibullah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.