OPCW: Klorin dan Sarin Dipakai dalam Dua Serangan di Suriah Tahun Lalu - Kompas.com

OPCW: Klorin dan Sarin Dipakai dalam Dua Serangan di Suriah Tahun Lalu

Kompas.com - 14/06/2018, 08:08 WIB
Kondisi sebuah rumah sakit yang hancur di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017), menyusul serangan yang diduga mengandung gas beracun. Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOUR Kondisi sebuah rumah sakit yang hancur di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017), menyusul serangan yang diduga mengandung gas beracun. Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.

THE HAQUE, KOMPAS.com - Lembaga pemantau senjata kimia dunia pada Rabu (13/6/2018) menyatakan, racun mematikan sarin dan klorin digunakan dalam dua serangan berbeda di desa Latamneh, Suriah, pada Maret 2017.

" Sarin sangat mungkin digunakan sebagai senjata kimia di sebelah selatan Latamneh pada 24 Maret 2017," ujar Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), dalam sebuah pernyataan.

Misi pencarian fakta oleh OPCW juga menyimpulkan adanya penggunaan klorin untuk senjata kimia dalam serangan di rumah sakit Latamneh dan lingkungan sekitarnya pada 25 Maret 2017.

Baca juga: Organisasi Pengawas Senjata Kimia Sebut Klorin Telah Digunakan di Suriah

Serangan sarin pada 24 Maret 2017 terjadi dua pekan sebelum serbuan mematikan di desa Khan Sheikhun yang dikuasai oposisi, dan desa terdekatnya sehingga menewaskan lebih dari 80 orang.

Serangan di Khan Seikhun pada 4 April 2017 diyakini sebagai momen pertama penggunaan sarin oleh rezim Suriah sejak serangan mematikan pada Agustus 2013 yang menewaskan 2013.

Dua hari setelah serangan Khan Sheikhun, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pagkalan udara Suriah yang diklaim telah meluncurkan senjata kimia sarin.

Kesimpulan terbaru oleh OPCW mengenai seragan 24-25 Maret 2017 ini berdasarkan keterangan saksi, analisis epidemiologi, dan sampel lingkungan.

"Banyaknya informasi membutuhkan periode waktu lebih lama untuk menarik kesimpulan," demikian pernyataan OPCW.

Laporan tersebut telah dibagikan kepada anggota organisasi tersebut dan telah dikirim ke Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Telah Merampungkan Misi di Douma

Temuan terbaru tentang serangan di Latamneh dirilis ketika hasil penyelidikan serangan terhadap kota Douma pada April lalu sedang dinantikan.

Petugas medis dan tim penyelamat menyatakan, sekitar 40 orang tewas dalam serangan klorin dan sarin pada 7 April 2018.

Serangan di Douma juga memicu serangan rudal terhadap situs-situs senjata kimia di Suriah oleh AS, Inggris, dan Perancis.


Terkini Lainnya

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Regional
Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Nasional
Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Nasional
Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Megapolitan
Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Regional
Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Nasional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Nasional
KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

Nasional
Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Megapolitan
Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Regional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Nasional
Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada 'Re-route' Angkutan Umum

Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada "Re-route" Angkutan Umum

Megapolitan
Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Nasional
Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Regional
Close Ads X