Kompas.com - 14/06/2018, 08:08 WIB

THE HAQUE, KOMPAS.com - Lembaga pemantau senjata kimia dunia pada Rabu (13/6/2018) menyatakan, racun mematikan sarin dan klorin digunakan dalam dua serangan berbeda di desa Latamneh, Suriah, pada Maret 2017.

"Sarin sangat mungkin digunakan sebagai senjata kimia di sebelah selatan Latamneh pada 24 Maret 2017," ujar Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), dalam sebuah pernyataan.

Misi pencarian fakta oleh OPCW juga menyimpulkan adanya penggunaan klorin untuk senjata kimia dalam serangan di rumah sakit Latamneh dan lingkungan sekitarnya pada 25 Maret 2017.

Baca juga: Organisasi Pengawas Senjata Kimia Sebut Klorin Telah Digunakan di Suriah

Serangan sarin pada 24 Maret 2017 terjadi dua pekan sebelum serbuan mematikan di desa Khan Sheikhun yang dikuasai oposisi, dan desa terdekatnya sehingga menewaskan lebih dari 80 orang.

Serangan di Khan Seikhun pada 4 April 2017 diyakini sebagai momen pertama penggunaan sarin oleh rezim Suriah sejak serangan mematikan pada Agustus 2013 yang menewaskan 2013.

Dua hari setelah serangan Khan Sheikhun, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pagkalan udara Suriah yang diklaim telah meluncurkan senjata kimia sarin.

Kesimpulan terbaru oleh OPCW mengenai seragan 24-25 Maret 2017 ini berdasarkan keterangan saksi, analisis epidemiologi, dan sampel lingkungan.

"Banyaknya informasi membutuhkan periode waktu lebih lama untuk menarik kesimpulan," demikian pernyataan OPCW.

Laporan tersebut telah dibagikan kepada anggota organisasi tersebut dan telah dikirim ke Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Telah Merampungkan Misi di Douma

Temuan terbaru tentang serangan di Latamneh dirilis ketika hasil penyelidikan serangan terhadap kota Douma pada April lalu sedang dinantikan.

Petugas medis dan tim penyelamat menyatakan, sekitar 40 orang tewas dalam serangan klorin dan sarin pada 7 April 2018.

Serangan di Douma juga memicu serangan rudal terhadap situs-situs senjata kimia di Suriah oleh AS, Inggris, dan Perancis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.