Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Telah Merampungkan Misi di Douma

Kompas.com - 06/05/2018, 09:57 WIB
Markas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda. Tim pencari fakta OPCW yang dikirim ke kota Duoma, Suriah, telah menyelesaikan misi dan kembali ke Belanda.AFP / JOHN THYS Markas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda. Tim pencari fakta OPCW yang dikirim ke kota Duoma, Suriah, telah menyelesaikan misi dan kembali ke Belanda.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Tim pencari fakta senjata kimia yang dikirim Organisasi Pelarangan Senjata Kimia ( OPCW) ke Suriah, telah kembali dengan membawa sampel dan hasil wawancara dari kota Douma.

Tim tersebut dikirim untuk menemukan bukti ada tidaknya penggunaan amunisi yang dilarang dalam serangan ke kota Douma pada 7 April lalu yang menewaskan puluhan warga Suriah.

Kantor berita Rusia, mengutip juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, pada Jumat (4/5/2018), mengatakan, tim inspeksi telah menyelesaikan misinya di Douma.

Tim pencari fakta tersebut telah tiba kembali di Belanda, seperti diumumkan OPCW dalam pernyataannya.

"Pemberangkatan awal misi pencarian fakta di Douma sudah selesai," tulis pernyataan OPCW di Den Haag.

Baca juga : Rusia dan Suriah Dituduh Halangi Tim Pencari Fakta Masuki Douma

Melansir dari Arab News, di Suriah, tim tersebut mengunjungi dua lokasi yang diduga menjadi lokasi serangan senjata kimia dan mengambil sampel.

"Sampel yang diambil di Douma telah dibawa ke laboratorium OPCW untuk kemudian dibagi dan dikirim kembali ke sejumlah laboratorium yang ditunjuk," tambah pernyataan tersebut.

Meski telah merampungkan misi pengumpulan sampel di kota Douma, OPCW mengingatkan bahwa proses uji laboratorium hingga didapatkan hasil analisis dapat memakan waktu tiga hingga empat minggu.

"Untuk saat ini kami belum dapat memberikan kerangka waktu kapan laporan dari misi ke Douma akan diumumkan kepada negara-negara anggota Konvensi Senjata Kimia," kata OPCW.

Selain itu, OPCW hanya akan mengungkapkan fakta ada tidaknya penggunaan senjata kimia terlarang di Douma dan tidak berwenang untuk menentukan asal senjata kimia tersebut.

Pemberangkatan tim pencari fakta senjata kimia OPCW ke Suriah setelah adanya dugaan penggunaan amunisi yang dilarang dalam sebuah serangan di kota Douma Suriah pada 7 April.

Sebanyak lebih dari 40 orang dilaporkan meninggal dunia dengan menunjukkan gejala seperti terpapar zat kimia berbahaya.

Amerika Serikat dan sekutunya menuduh serangan tersebut dilakukan tentara rezim Bashar al Assad dan menjadikannya alasan untuk melancarkan serangan udara ke tiga lokasi di Suriah pada 13 April.

Baca juga : Rusia: Penyelidikan Serangan Senjata Kimia di Suriah Tidak Diperlukan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X