Kompas.com - 19/04/2018, 16:09 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018). AFP/JOE RAEDLEPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018).

PALM BEACH, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan dukungannya kepada Jepang yang ingin memperjuangkan pemulangan warga negaranya yang diculik Korea Utara.

Trump bahkan menjanjikan bakal mengangkat masalah tersebut saat bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un pada akhir Mei atau awal Juni mendatang.

"Kami akan bekerja ekstra keras untuk masalah itu dan mencoba membawa orang-orang itu kembali. Kami akan bekerja sangat sangat keras," kata Trump didampingi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Rabu (18/4/2018).

Melansir dari AFP, Perdana Menteri Abe tiba di AS pada Selasa (17/4/2018) dan diterima Donald Trump di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida.

Baca juga: Shinzo Abe Ingin Bertemu dengan Kim Jong Un

Dalam kunjungan tersebut Abe bermaksud meminta bantuan kepada Trump yang akan bertemu dengan Kim. Abe berharap Trump akan dapat mengangkat masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara di era 1970 hingga 1980-an.

Mendapat jawaban dari Trump, Perdana Menteri Abe pun menyampaikan terima kasihnya saat konferensi pers bersama usai pertemuan di hari kedua, Rabu (18/4/2018).

Kasus penculikan warga negara Jepang oleh Korut itu telah meregangkan hubungan antara Tokyo dengan Pyongyang dan Abe sering mengenakan pita biru untuk selalu mengingatkan dirinya tentang kasus itu.

Pada 2002, pemerintah Korea Utara telah mengakui pernah menculik 13 warga negara Jepang pada 1970-an, meski Tokyo meyakini jumlah sebenarnya lebih banyak.

Pemerintah mendata ada setidaknya 17 warganya yang dilaporkan telah diculik dan menduga masih ada puluhan lainnya yang dibawa untuk mengajarkan bahasa dan kebudayaan Jepang pada mata-mata Pyongyang.

Baca juga: PM Jepang Ingin Undang Presiden Korsel Sebelum Bertemu Kim Jong Un

Kepolisian Jepang menyebut ada 800 orang hilang yang kemungkinan diculik oleh negara tetangga yang tertutup itu.

Dalam perjanjian yang digelar di Stockholm pada Mei 2014 lalu, Korea Utara telah melakukan penyelidikan ulang terhadap seluruh kasus penculikan warga Jepang yang telah dilakukan.

Perjanjian yang tampaknya akan memberi perkembangan signifikan, namun pda kenyataannya tetap tidak menunjukkan kemajuan karena hubungan Korut dengan masyarakat internasional yang memburuk di tengah program nuklir yang berkepanjangan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X