Kompas.com - 05/04/2018, 14:04 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe AFP Photo/Brendan SmialowskiPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe

TOKYO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Shinzo Abe mengundang Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mengunjungi Jepang sebelum pertemuannya dengan Kim Jong Un.

Undangan tersebut disampaikan Abe saat menghubungi Presiden Moon melalui sambungan telepon pada 16 Maret lalu.

Tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan dari Seoul karena kemungkinan Moon sulit untuk meluangkan waktu mengunjungi Jepang sebelum 27 April, saat pertemuan tingkat tinggi antar-Korea.

Menurut salah satu sumber pemerintah Jepang, Abe ingin agar dalam pertemuannya dengan Kim Jong Un, Presiden Moon dapat mengangkat masalah tentang penculikan warga Jepang di era tahun 1970-80an.

"Penyelesaian masalah penculikan warga Jepang merupakan salah satu prioritas Perdana Menteri Abe selama masa pemerintahannya," kata sumber dikutip Japan Times, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: Pertemuan Jepang-Korut Dikabarkan Bakal Terjadi Juni

Pemerintah Jepang secara resmi mendata ada 17 warga negaranya yang diduga kuat menjadi korban penculikan oleh Korea Utara dan mencurigai keterkaitan negara itu dalam sejumlah kasus orang hilang.

Lima di antara 17 orang tersebut telah dipulangkan ke Jepang pada Oktober 2002 saat kunjungan Perdana Menteri Junichiro Koizumi ke Korea Utara.

Namun karena waktu yang sangat singkat sebelum agenda pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un yang dijadwalkan pada 27 April mendatang, diperkirakan Presiden Moon baru dapat mengunjungi Jepang saat pertemuan trilateral dengan China pada bulan Mei.

"Pilihan lain yang sedang dipertimbangkan adalah Moon mengunjungi Jepang pada kesempatan yang terpisah dengan KTT trilateral dan menjelang pertemuan AS dengan Korea Utara pada akhir Mei," kata sumber.

Perdana Menteri Abe mengharapkan kedatangan Presiden Moon sebagai balasan atas kunjungann dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Februari lalu.

Baca juga: Shinzo Abe Ingin Bertemu dengan Kim Jong Un

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Taro Kono juga dikabarkan berencana bertemu Presiden Moon di Korea Selatan pada pekan depan dan membawa misi yang sama, yakni memintanya untuk mengangkat masalah penculikan warga Jepang dengan Kim.

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha di Washington pada Maret lalu, Kono juga telah meminta Korsel meningkatkan masalah penculikan tersebut selama KTT.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X