AS Bantah Terlibat dalam Serangan Rudal di Pangkalan Militer Suriah

Kompas.com - 09/04/2018, 10:14 WIB
Pemerintah Suriah melepaskan serangan terhadap kelompok pemberontak di Ghouta Timur, Sabtu (8/4/2018). (AFP). Pemerintah Suriah melepaskan serangan terhadap kelompok pemberontak di Ghouta Timur, Sabtu (8/4/2018). (AFP).

HOMS, KOMPAS.com - Media pemerintah Suriah pada Senin (9/4/2018) melaporkan terjadinya serangan rudal di pangkalan udara militer yang menewaskan dan melukai beberapa orang.

Dilansir dari AFP, sebelum serangan rudal menerjang pangkalan militer, pemerintah Amerika Serikat memperingatkan pemerintah Suriah atas dugaan penggunaan bahan kimia untuk menghancurkan kelompok pemberontak, yang juga menewaskan warga sipil.

"Mati dan terluka dalam serangan rudal di bandara Tayfur," tulis kantor berita SANA, mengutip sumber militer.

Serangan di pangkalan udara yang terletak di Homs itu terjadi setelah internasional mengecam serangan pada Sabtu lalu di wilayah pemberontak di Douma, Ghouta Timur.

Baca juga : Trump Beri Peringatan soal Dugaan Serangan Racun Kimia di Suriah

Sementara itu, Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon menyatakan, tidak melakukan serangan udara di Suriah.

"Kami terus memantau situasi dan mendukung upaya diplomatik untuk menahan siapa saja yang menggunakan senjata kimia, di Suriah dan sebaliknya, harus bertanggung jawab," ucap juru bicara Pentagon.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada pemerintah Suriah terkait dugaan penggunaan gas beracun dalam serangan di wilayah pemberontak.

"Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan kimia yang tanpa pertimbangan di Suriah," kicau Trump.

Pria berusia 71 tahun itu mengecam rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang merupakan sekutu penting pemerintah Suriah.

"Presiden Putin, Rusia, dan Iran bertanggung jawab karena mendukung Assad. Harganya besar," katanya.

BBC melaporkan, Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap serangan yang menewaskan warga sipil di Suriah.

Awalnya, media di Suriah mencurigai serangan di pangkalan militer dilakukan oleh AS.

Pada April 2017, AS pernah menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di lapangan udara militer Shayrat Suriah sebagai tanggapan atas serangan senjata kimia di kota yang dikuasai pemberontak, Khan Sheikhoun.

Serangan terbaru militer Suriah yang memukul area pemberontak di Ghouta Timur, Suriah, menyebabkan sekitar 70 warga sipil tewas dalam waktu sekitar 24 jam.

Belasan orang dilaporkan mengalami masalah pernapasan di Douma, daerah kantong terakhir yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur.

Tim penyelamat meyakini pasukan negara yang dipimpin Presiden Bashar Al-Assad itu telah menggunakan gas klorin beracun.

Baca juga : Serangan Pasukan Suriah Diduga Pakai Gas Racun, 70 Warga Sipil Tewas

Video yang dirilis oleh pertahanan sipil Suriah atau Helm Putih menunjukkan banyak pria, perempuan, dan anak-anak dalam keadaan tak berdaya di sebuah rumah, banyak yang mengeluarkan busa dari mulut mereka.

Suriah dan Rusia menyangkal telah menggunakan bahan kimia dalam serangan tersebut, dan kini telah mencapai kesepakatan dengan pemberontak untuk melakukan evakuasi terhadap warga sipil.

Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan melakukan pembicaraan menanggapi insiden di Suriah pada hari ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.