Vladimir Putin: Dari Perwira Rendahan hingga Penguasa Rusia

Kompas.com - 19/03/2018, 14:04 WIB
|

Menjadi perdana menteri dan presiden

Pada Agustus 1999, Yeltsin menunjuk Putin sebagai perdana menteri Rusia, yang merupakan jabatan tertinggi kedua di Negeri Beruang Merah.

Lalu, tiba-tiba Yeltsin mengundurkan diri dan menunjut Putin sebagai penjabat presiden tepat di malam tahun baru 1999. Posisi itu kemudian memudahkan Putin memenangkan pemilihan presiden pada Maret 2000.

Banyak kalangan yakin Yeltsin mengangkat Putin untuk melindungi dirinya setelah popularitasnya menurun akibat perang melawan Chechnya yang ingin merdeka.

Dan benar saja, langkah pertama yang diambil Putin saat menjabat menjadi presdien adalah memaafkan Boris Yeltsin.

Baca juga : Putin: Rusia Luncurkan Misi Tak Berawak ke Mars pada 2019

Tak hanya itu, Putin memberi Yeltsin imunitas dari semua jenis investigasi kriminal dan administratif termasuk melindungi semua dokumen, properti, dan hal milik Yeltsin dari pemeriksaan dan penyitaan.

Di masa jabatan pertamanya Putin fokus pada masalah dalam negeri. Ada dua hal yang menjadi prioritasnya yaitu perang di Chechnya dan menekan oligarki yang tumbuh subur di masa Yeltsin.

Putin memang menduduki kekuasaan di masa yang rumit. Rusia tengah berperang melawan Chechnya yang secara resmi merupakan negeri bawahan Rusia.

Selain itu, para pengusaha kaya di masa Yeltsin menunjukkan keinginan kuat untuk memperbesar pengaruh politik mereka.

Putin menyadari, jika dibiarkan para pengusaha kaya ini akan menjadi lebih berkuasa ketimbang seorang presiden maka dia memaksakan sebuah kesepakatan dengan mereka.

"Pada Juli 2000, Putin mengatakan kepada para pengusaha itu bahwa dia tak akan mencampuri bisnis mereka atau menasionalisasi sumber daya negara selama mereka berada di luar politik dan selama tidak menentang presiden," demikian menurut Dewan Hubungan Luar Negeri Rusia.

Bisa menyelesaikan urusan dengan para pengusaha haus kekuasaan, fokus Putin berakhir ke Perang Chechnya II yang semakin mengukuhnya dirinya sebagai "sosok yang tak gentar beraksi".

Pada 2002, sebuah teater di Moskwa diduduki 40 militan Chechnya yang dipimpin Movsar Barayev. Tak ambil pusing, Putin memerintahkan pasukan khusus menyerang.

Alhasil, dalam krisis selama tiga hari itu sebanyak 129 dari 912 sandera tewas. Selain menewaskan ratusan sandera, pasukan khusus Rusia juga menewaskan Barayev tepat di hari ulang tahunnya yang ke-23.

Baca juga : Putin Mengaku Sempat Instruksikan Tembak Pesawat Penumpang Turki

Ini adalah masa krisis bagi Putin dan banyak yang menduga krisis sandera ini akan menghancurkan popularitas Putin.

Namun, ternyata ketegasannya dalam menghadapi penyandera meski memakan banyak korban justur melambungkan popularitasnya. Bahkan saat itu, tingkat penerimaan Putin oleh rakyat Rusia mencapai 83 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.