Aksi Protes hingga Pelemparan Bom Molotov Sasar Komunitas Turki di Jerman - Kompas.com

Aksi Protes hingga Pelemparan Bom Molotov Sasar Komunitas Turki di Jerman

Kompas.com - 13/03/2018, 16:15 WIB
Petugas kepolisian Jerman berbicara dengan anggota masjid Koca Sinan Camii di Berlin yang menjadi sasaran bom molotov, Minggu (11/3/2018).EPA-EFE/SCMP Petugas kepolisian Jerman berbicara dengan anggota masjid Koca Sinan Camii di Berlin yang menjadi sasaran bom molotov, Minggu (11/3/2018).


BERLIN, KOMPAS.com - Kantor pusat komunitas Turki di Jerman menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Senin (12/3/2018).

Aksi pelemparan bom molotov terjadi di pusat kota Ahlen, yang menyasar sebuah pusat komunitas Turki di Jerman.

Insiden tersebut terjadi di tengah maraknya aksi menentang Turki yang sedang melancarkan operasi militer menekan milisi Kurdi di utara Suriah.

Baca juga: Upaya Tentara Suriah Rebut Ghouta Timur dari Pemberontak


Diberitakan kantor berita nasional Jerman, DPA, pihak kepolisian masih melacak pelaku pelemparan bom tersebut. Mereka juga tidak mengesampingkan kemungkinan aksi bermotif politik.

Sebelumnya, serangakain aksi pelemparan bom molotov juga terjadi pada akhir pekan kemarin dengan menyasar sejumlah lokasi, yakni di masjid komunitas Turki di Berlin dan di kota Lauffen, pusat kebudayaan di Meschede, serta sebuah kios penjual sayuran milik warga Turki di Itzehoe.

Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat aksi pelemparan molotov tersebut. Kepolisian telah menangkap tiga pria warga Suriah usai aksi di Meschede. Namun ketiganya menolak tuduhan terlibat dalam aksi.

Dilansir dari Arab News, Aksi protes yang menentang operasi militer Turki di Afrin, Suriah terus terjadi di Jerman. Tak hanya demonstrasi, aksi yang berujung tindakan kekerasan juga kerap terjadi.

Meski tidak ada bukti yang mengaitkan aksi pembakaran itu terkait kelompok pro-Kurdi di Jerman, namun insiden itu terjadi bertepatan dengan sejumlah unjuk rasa anti-Turki yang digelar di sejumlah wilayah.

Pada Sabtu (10/3/2018), kelompok pro-Kurdi melakukan demonstrasi di Hamburg. Massa juga melakukan pelemparan batu ke gedung konsulat Turki.

Sementara Minggu (11/3/2018), massa yang melakukan aksi di bandara Duesseldorf terlibat bentrok dengan aparat kepolisian hingga harus menggunakan semprotan merica untuk menekan mundur peserta aksi.

Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan keprihatinan atas serangkaian aksi penyerangan tersebut.

Baca juga: Erdogan Klaim Turki Lumpuhkan 3.213 Milisi di Afrin

Kementerian menyebut insiden penyerangan masjid Turki di Lauffen telah diklaim oleh kelompok yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

"Telah terjadi peningkatan yang cukup besar dalam jumlah serangan terhadap masjid-masjid Turki di Jerman baru-baru ini oleh kelompok serta organisasi terkait PKK."

"Kami berharap para pelaku penyerangan ini dapat ditangkap dan segera diadili. Kami juga berharap otoritas Jerman dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya serangan serupa," tulis pernyataan kementerian.



Close Ads X