Kompas.com - 08/03/2018, 13:15 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencabut larangan untuk membawa pulang kepala gajah sebagai hadiah perburuan.

Diberitakan Sky News Rabu (7/3/2018), Menteri Dalam Negeri Ryan Zinke mengirim memo ke Departemen Perikanan dan Konservasi Satwa Liar (FWS).

Dalam memo tersebut, tertulis bahwa izin impor kepala gajah sebagai trofi berburu bakal disetujui berdasarkan "kasus per kasus".

"Departemen bakal menyeleksi setiap permintaan yang masuk. Izin bakal diberikan kepada program yang melindungi konservasi spesies bersangkutan," bunyi memo tersebut.

Baca juga : Trump Cabut Larangan Impor Kepala Gajah dari Afrika

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pernah mengeluarkan keputusan serupa pada pertengahan November 2017. Dia membatalkan larangan yang dicanangkan pada era Presiden Barack Obama di 2014.

Alasannya, perburuan yang diatur secara baik dan legal dapat memberi manfaat bagi program pengelolaan konservasi hewan yang dilindungi.

Kebijakan itu langsung menuai kritik dari aktivis perlindungan gajah. Salah satunya adalah The Elephant Project.

Apalagi, berdasarkan data dari World Wildlife Fund, populasi Gajah Afrika saat ini hanya tinggal 415.000 ekor.

Jumlah tersebut sangat timpang jika dibandingkan awal abad ke-20, di mana saat itu, jumlah gajah berada di kisaran lima juta ekor.

Dalam kurun waktu 2004 sampai 2014, 12.500 trofi kepala gajah diimpor ke AS. 5.000 di antaranya berasal dari Zimbabwe.

"Saat ini, 100 ekor gajah dibunuh setiap harinya. Berapa banyak lagi yang akan mati akibat perburuan setelah ini?" kecam The Elephant Project.

Kecaman tersebut membuat Trump mengatakan bakal menangguhkan pencabutan tersebut sampai dia selesai melakukan studi soal perburuan dan dampaknya.

"Sepertinya, sangat sulit mengubah pikiran saya bahwa pertunjukan horor ini bakal membantu kehidupan satwa liar," kata Trump saat itu.

Baca juga : Selain Gajah, Trump Izinkan Pemburu Bawa Pulang Singa dari Afrika

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.