Kompas.com - 16/11/2017, 15:57 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump telah membatalkan larangan impor kepala gajah sebagai hasil buruan dari Afrika.

Impor tersebut sebelumnya dilarang di era pemerintahan Obama pada 2014.

Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS, pada Rabu (15/11/2017) malam telah mengonfirmasi kebijakan tersebut.

Dalam pernyataannya, mereka mengatakan segera mengeluarkan izin untuk masuknya 'trofi' gajah tersebut dari Zimbabwe dan Zambia, meskipun hewan itu masih masuk dalam pakta satwa yang terancam punah.

Baca juga: Dilempar Seekor Gajah, Remaja Ini Tak Sadarkan Diri

"Perburuan yang diatur secara baik dan legal sebagai bagian dari program pengelolaan yang sehat dapat memberi manfaat bagi konservasi spesies tertentu."

"Salah satu caranya dengan memberikan insentif kepada komunitas lokal untuk melestarikan spesies dan memberikan sejumlah pemasukan yang dibutuhkan dalam konservasi," tulis pernyataan itu.

Asosiasi Menembak Nasional (NRA) menyambut baik keputusan tersebut meski menyebutnya sedikit terlambat.

"Ini adalah kemajuan yang signifikan dalam perburuan dengan menerima pengakuan yang layak sebagai salah satu cara pengelolaan satwa liar," kata Direktur Eksekutif Lembaga Aksi Legislatif NRA Chris Cox.

Dilansir dari New York Post, gajah, yang kerap diburu untuk diambil gadingnya, telah masuk dalam daftar satwa yang terancam punah sejak 1978.

Gajah Savana bahkan menjadi satwa yang paling terancam di Afrika. Populasinya menurun drastis sekitar 30 persen atau 144.000 ekor dari 2007 ke 2014.

"Saat ini 100 ekor gajah terbunuh  setiap harinya. Berapa banyak lagi yang akan mati akibat perburuan setelah ini," tulis The Elephant Project, sebuah organisasi nirlaba yang mendedikasikan diri untuk konservasi di Afrika.

Baca juga: Bangkai Gajah Korban Perburuan Ditemukan di Perkebunan Warga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.