Kompas.com - 01/03/2018, 12:06 WIB
Ilustrasi pekerja di Korea Selatan. (AFP via The Guardian) Ilustrasi pekerja di Korea Selatan. (AFP via The Guardian)


SEOUL, KOMPAS.com - Karyawan di negara dengan jam kerja berlebihan di Asia akan dapat bernapas lega.

Korea Selatan telah mengesahkan aturan untuk mengurangi jam kerja karyawan guna meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas pekerja.

Majelis nasional Korea Selatan meloloskan undang-undang yang mengatur waktu kerja mingguan karyawan menjadi 52 jam, dari sebelumnya 68 jam per pekan.

Aturan tersebut diberlakukan pada Juli 2018 dan akan diterapkan kepada seluruh perusahaan besar. Pada tahap selanjutnya, usaha kecil juga harus mengimplementasikannya.

Pada aturan yang baru, karyawan akan bekerja selama 40 jam sepekan, dengan tambahan lembur 12 jam.

Baca juga : Bangunan Tergelap di Dunia Ada di Korea Selatan

Studi dari Institut Penelitian Ekonomi Korea, penghitungan jam lembur membuat seluruh perusahaan harus merogoh kocek tambahan sekitar 12 triliun won atau Rp 152 triliun untuk mempertahankan tingkat produksi yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah berjanji untuk memotong jam kerja karyawan dan menaikkan upah minimum sebesar 16 persen tahun ini.

Korea Selatan masih lebih banyak sekitar 400 jam per tahun dibandingkan dengan pekerja di Inggris dan Australia.

Kendati menghadapi penolakan dari kalangan pebisnis, namun aturan tersebut diharapkan dapat memperbaiki standar hidup masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas.

Baca juga : Di Korea Selatan, Pria Juga Butuh Tampil Cantik

Penerbitan aturan ini juga bertujuan untuk menaikkan tingkat kelahiran yang mencapai rekor terendah pada tahun lalu.

Seiring ekonomi Korea Selatan yang meningkat pada 1980-an hingga 1990-an, budaya workaholic terus bertahan sehingga memicu penurunan tingkat kelahiran.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X