Kompas.com - 28/02/2018, 12:13 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah laporan dari Perserikatan Bangsa-bangsa memaparkan dugaan Korea Utara (Korut) membantu pembuatan senjata kimia Suriah.

Dilansir New York Times via BBC Selasa (27/2/2018), dugaan tersebut muncul setelah Suriah dianggap menggunakan gas klorin di Provinsi Idlib.

Laporan setebal 200 halaman itu membeberkan bentuk kerja sama antara Korut dengan Suriah.

Dalam laporan yang belum dipublikasikan itu, Korut mengirim bahan baku yang dipakai Suriah memproduksi klorin.

Antara lain atap yang tahan terhadap kandungan asam, termometer, katup anti-karat, dan tabung yang mampu menahan titik panas tertinggi.

Baca juga : Helikopter Pemerintah Suriah Jatuhkan Gas Klorin di Aleppo

Wall Street Journal melaporkan, bahan baku dikirimkan lewat kapal menggunakan firma dagang China.

Akhir 2016 hingga awal 2017, dilaporkan ada lima kapal berbendera China yang menuju Suriah, dengan diduga membawa bahan baku pembuatan senjata kimia.

Bahan baku tersebut dibayar via firma dagang itu oleh Pusat Studi dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Suriah (SSRC).

Selain itu, teknisi nuklir negeri komunis tersebut juga dikabarkan terlihat berada di fasilitas produksi senjata kimia.

Dalam laporan yang kurang lebih sama pada September 2017, dua negara anggota PBB mencegat kapal yang hendak menuju Suriah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.