Seoul Ingin Pulangkan 4 Jenazah Terduga Warga Korut yang Ditemukan di Laut - Kompas.com

Seoul Ingin Pulangkan 4 Jenazah Terduga Warga Korut yang Ditemukan di Laut

Kompas.com - 12/01/2018, 16:41 WIB
Foto yang diambil pada 10 Agustus 2005 memperlihatkan perwira Korea Selatan, Letnan Choi Don Rim mencoba telepon di zona demiliterisasi untuk menghubungi perwira Korea Utara. Korea Utara mengumumkan bakal memulihkan saluran komunikasi sebagai langkah awal normalisasi hubungan dengan Seoul.POOL/AFP Foto yang diambil pada 10 Agustus 2005 memperlihatkan perwira Korea Selatan, Letnan Choi Don Rim mencoba telepon di zona demiliterisasi untuk menghubungi perwira Korea Utara. Korea Utara mengumumkan bakal memulihkan saluran komunikasi sebagai langkah awal normalisasi hubungan dengan Seoul.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan berencana memulangkan jenazah yang diduga sebagai warga Korea Utara. Sebanyak empat jenazah tersebut ditemukan berada di dalam kapal terapung di Laut Jepang.

Seoul telah menghubungi Pyongyang pada Jumat (12/1/2018) melalui saluran komunikasi yang belum lama ini kembali dibuka di desa perbatasan Panmunjom.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan juga telah mengirimkan dokumen atas nama kepala Palang Merah untuk menginformasikan rencana pengiriman kembali jenazah itu.

"Seoul akan berkonsultasi dengan Korea Utara mengenai kapan dan bagaimana cara pemulangan jenazah itu ke kampung halaman mereka," tulis pernyataan resmi kementerian dikutip dari Yonhap.

Baca juga: Korea Utara Pulihkan Saluran Komunikasi dengan Korea Selatan

Kapal nelayan Korea Selatan pada 7 Januari 2018 lalu tidak sengaja menemukan kapal kayu yang terbalik di perairan di dekat pulau Ulleung, sekitar 12 kilometer di lepas pantai pesisir timur.

Pemerintah kedua Korea telah kembali membuka saluran komunikasi yang sempat ditutup selama dua tahun di desa Panmunjom.

Selama saluran komunikasi itu dututup, pihak selatan selalu meminta bantuan dari Komando PBB untuk menghubungi pihak utara.

Seringkali saat Seoul menyelamatkan nelayan atau menemukan jenazah yang diduga dari Korea Utara dan perlu dipulangkan.

Pemerintah Korut mengumumkan dibukanya kembali saluran komunikasi dengan Korsel menyusul pernyataan Kim Jong Un dalam pidato awal tahun.

Baca juga: 2017, Jumlah Pembelot Korut ke Korsel Turun 21 Persen


EditorAgni Vidya Perdana
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X