Korea Utara Pulihkan Saluran Komunikasi dengan Korea Selatan - Kompas.com

Korea Utara Pulihkan Saluran Komunikasi dengan Korea Selatan

Kompas.com - 03/01/2018, 15:16 WIB
Foto yang diambil pada 10 Agustus 2005 memperlihatkan perwira Korea Selatan, Letnan Choi Don Rim mencoba telepon di zona demiliterisasi untuk menghubungi perwira Korea Utara. Korea Utara mengumumkan bakal memulihkan saluran komunikasi sebagai langkah awal normalisasi hubungan dengan Seoul.POOL/AFP Foto yang diambil pada 10 Agustus 2005 memperlihatkan perwira Korea Selatan, Letnan Choi Don Rim mencoba telepon di zona demiliterisasi untuk menghubungi perwira Korea Utara. Korea Utara mengumumkan bakal memulihkan saluran komunikasi sebagai langkah awal normalisasi hubungan dengan Seoul.

PYONGYANG, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Utara ( Korut) mengumumkan bakal memulihkan saluran komunikasi ( hotline) ke Korea Selatan ( Korsel).

Pemulihan itu terjadi pasca-pernyataan Pemimpin Korut Kim Jong Un yang berencana memulihkan hubungan dengan Korsel dalam pidato tahun barunya, Senin (1/1/2018).

Diwartakan kantor berita Yonhap Rabu (3/1/2018), hotline itu terletak di zona demiliterisasi kawasan Panmunjom. Pemulihan itu bakal dilakukan pada pukul 15.00 sore waktu Pyongyang.

Menurut Ketua Bidang Hubungan Korea Ri Son Gwon berujar, mereka berusaha melaksanakan perintah Kim sebaik mungkin.

"Kami ingin memulai kontak dengan Korsel secara tulus dan setia," kata Ri. "Kami bakal segera berdiskusi terkait perlunya pengiriman delegasi ke Selatan," lanjutnya.

Baca juga: Kim Jong Un Ajak Korsel Berdialog

Ucapan Ri mendapat tanggapan dari Sekretaris Kantor Presiden Korsel Cheong Wa Dae.

"Saya percaya ini adalah sebuah kemajuan untuk memulai hubungan yang sangat intens dengan Korut," ujar Cheong.

Hotline itu sempat diputus Korut pada Februari 2016 setelah Korsel menutup kompleks industri gabungan Kaesong.

Penutupan itu dilakukan Seoul setelah Korut meluncurkan roket berisi satelit Kwangmyongsong-4 (7/2/2016).

Yonhap mewartakan, secara teknis saluran telepon tersebut tidak benar-benar diputus oleh Korut.

Namun, para perwira Korut yang bertanggung jawab di daerah perbatasan memilih tidak menjawab dering telepon yang berasal dari pejabat militer Korsel.

Sebelumnya pada Tahun Baru, Kim menyatakan siap membuka pintu dialog dengan Korsel.

Dalam pandangan Kim, baik Utara maupun Selatan harus mengesampingkan masa lalu dan meningkatkan relasi dalam usaha melakukan reunifikasi.

"Masing-masing harus menurunkan ketegangan di kalangan militer demi tercapainya kedamaian di Semenanjung Korea," ujar Kim dalam pidato Tahun Baru.

Sebagai bentuk keseriusan ucapannya, Kim siap mengirimkan delegasi untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, 9-25 Februari 2018.

"Saya sendiri berharap perhelatan Olimpiade berjalan sukses," ujar Kim.

Korsel menanggapi dengan mengajukan pertemuan tingkat tinggi dengan Korut pada 9 Januari 2018.

Baca juga: Dialog dengan Korut, Korsel Tegaskan Tetap Berkoordinasi dengan AS


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X