Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/01/2018, 12:43 WIB
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penjualan buku terbaru mengenai Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House, mungkin akan terpengaruh setelah Wikileaks memuat isi buku tersebut cuma-cuma di internet.

Buku yang ditulis Michael Wolff tersebut mulai dijual di Amerika Serikat hari Jumat (5/1/2018), dan langsung terjual habis dalam hitungan jam.

Dilaporkan oleh Australia Plus, Wikileaks mengunggah kicauan di Twitter yang menghubungkan tautan ke dokumen Google Drive berisi seluruh isi buku, meskipun belum jelas apakah bocoran ini merupakan versi final dari buku tersebut.

Masih belum jelas juga mengenai tindakan tersebut disengaja untuk mempengaruhi penjualan buku, atau hanya untuk memberikan alternatif apabila buku tersebut sudah habis terjual.

Namun, banyak orang berpendapat bocoran isi buku kontroversial tentang Trump merupakan wujud  dukungan Wikileaks terhadap Trump.

Sebelumnya, selama kampanye presiden pada 2016, Wikileaks menerbitkan sejumlah surat elektronik dari Hillary Clinton yang mempengaruhi kampanyenya untuk menjadi presiden Amerika Serikat ketika itu.

Sementara itu, cuitan Presiden Trump mengenai buku tersebut tampaknya malah meningkatkan penjualan buku, paling tidak menurut beberapa orang yang membeli buku tersebut.

Baca juga : Trump Sebut Buku Tentangnya Penuh Kebohongan

"Pada dasarnya, saya membeli buku ini karena kesal dengan Trump. Mudah-mudahan pengarangnya menyumbangkan sebagian dari buku ini untuk gerakan memakzulkan Trump," tulis pembeli buku di situs Amazon.

"Bacaan bagus. Mungkin sebenarnya saya tidak akan membaca kalau tidak ada saran Donald," tulis yang lain.

Sebanyak 85 orang yang menulis di amazon.com memberikan peringkat bintang lima untuk buku tersebut, meskipun media AS melaporkan bahwa Amazon juga menghapus banyak komentar negatif.

"Menghabiskan waktu saja, membaca buku tidak masuk akal ini. Seharusnya saya membeli satu kotak coklat," tulis pembaca yang kecewa dengan buku tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.