Kompas.com - 01/12/2017, 17:11 WIB
Sekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017). AFPSekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

DHAKA, KOMPAS.com - Sekelompok pengungsi muslim Rohingya akan berangkat untuk bertemu dengan Paus Fransiskus di Bangladesh, Jumat (1/12/2017).

Kelompok dengan 16 orang, termasuk seorang wanita dan dua anak-anak akan mewakili 600.000 lebih pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine, Myanmar.

Perwakilan Rohingya itu akan menempuh perjalanan sejauh 480 kilometer dari kamp pengungsi menuju ibu kota Dhaka dengan kawalan ketat polisi bersenjata.

Baca juga: Ternyata, Rakyat Rohingya Tidak Tahu Paus Fransiskus

Satu harapan yang mereka bawa saat bertemu Paus nantinya adalah agar dapat segera kembali pulang ke kampung halaman mereka di Rakhine.

"Saat bertemu Paus saya akan mengatakan bahwa di Myanmar mereka telah memburu dan menyiksa kami," kata salah satu wakil pengungsi, Mohammad Yunus, 38 tahun, ayah dari tiga orang anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka telah memperlakukan kami dengan tidak manusiawi. Kami meninggalkan harta benda, meninggalkan rumah kami," lanjutnya dikutip Daily Mail.

"Kami ingin mereka dapat menerima kami kembali dan memberikan status kewarganegaraan. Saya akan meminta padanya (Paus) untuk mengatur kebutuhan dasar kami," kata Yunus.

Aliran manusia yang putus asa terus masuk melalui perbatasan ke Bangladesh sejak akhir Agustus membawa berbagai cerita menyedihkan, mulai kekerasan, perkosaan, pembunuhan hingga pembakaran oleh militer Myanmar.

Paus Fransiskus telah menyerukan tindakan internasional untuk menentukan krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia.

Namun selama perjalanannya ke Asia, Paus belum sekalipun mengucapkan kata "Rohingya" di hadapan publik.

Baca juga: Di Myanmar, Paus Fransiskus Sama Sekali Tak Sebut Rohingya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.