Kompas.com - 11/02/2017, 15:22 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Brendan Smialowski / AFPPresiden Amerika Serikat Donald Trump
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengaku sedang mempertimbangkan kebijakan baru terkait larangan perjalanan setelah kebijakan sebelumnya dibekukan pengadilan.

Hal ini disampaikan Presiden Trump di dalam pesawat kepresidenan Air Force One saat terbang menuju ke negara bagian Florida.

"Kami akan memenangi peperangan. Sayangnya itu perlu waktu. Namun, kami juga memiliki banyak pilihan lain, termasuk mengajukan ketetapan baru."

Trump tidak merinci wujud perintah eksekutif baru yang dia akan terbitkan. Trump hanya mengatakan, perubahannya akan sangat sedikit.

Pada Kamis (9/2/2017), pengadilan banding menyatakan pemerintah AS gagal menyampaikan buti yang dapat mendukung secara diberlakukannya larangan memasuki AS bagi warga tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Keesokan paginya, Trump marah dengan vonis pengadilan itu dan menyebutnya sebagai "sebuah putusan yang memalukan!"

Meski demikian, belum jelas apakah dia menginstruksikan departemen kehakiman AS untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung atau tetap bertarung di pengadilan negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Larangan perjalanan yang dikeluarkan Trump meliputi penundaan visa 90 hari terhadap siapapun yang datang dari Irak, Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.

Aturan ini juga membekukan program penerimaan pengungsi AS selama 120 hari dan menempatkan larangan tanpa batas waktu bagi pengungsi Suriah.

Namun, seorang hakim di Seattle menerbitkan keputusan sementara untuk menghadang kebijakan Presiden Donald Trump melarang perjalanan bagi warga dari tujuh negara Muslim.

Keputusan hakim federal James Robart - yang berlaku secara nasional - mematahkan dalil pengacara pemerintah yang menyebutkan negara bagian tidak memiliki dasar hukum untuk menggugat perintah eksekutif Trump.

Sejak itu, kementerian luar negeri mengatakan mereka memulihkan pembatalan visa dan pegawai keamanan dalam negeri AS sudah diminta untuk mengikuti keputusan tersebut.

Pejabat imigrasi mengatakan pada maskapai-maskapai penerbangan bahwa mereka bisa kembali mengangkut penumpang yang sebelumnya dilarang menuju AS.

Qatar Airways, Air France, Etihad Airways, Lufthansa dan lainnya mengatakan mereka akan menjalankan keputusan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.