Militer Turki: 65 Militan ISIS Tewas di Suriah Utara

Kompas.com - 24/01/2017, 08:31 WIB
Militer Turki menyerang basis-basis ISIS di Al-Bab, Suriah utara sehingga puluhan militan tewas, antara Minggu (22/1/2017) dan Senin (23/1/2017). GoogleMiliter Turki menyerang basis-basis ISIS di Al-Bab, Suriah utara sehingga puluhan militan tewas, antara Minggu (22/1/2017) dan Senin (23/1/2017).
EditorPascal S Bin Saju

ANKARA, KOMPAS.com - Kepala Staf Militer Turki, Senin (23/1/2017), mengatakan, 65 militan petempur dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) tewas akibat serangan militer Turki di Al-Bab, Suriah Utara dalam 24 jam sejak Minggu (22/1/2017).

Menurut militer Turki, 194 sasaran pelaku teror telah dibom, termasuk persembunyian, posisi pertahanan, pusat komando, pesat senjata, dan kendaraan, seperti dilaporkan Xinhua, Senin malam.

Jet koalisi juga menyerang sasaran ISIS di Tadif, wilayah Abu Jabbar dan Uwayshiyah,  serta menghancurkan satu tank, satu kendaraan yang membawa senjata, tiga kendaraan lain, dan satu senjata mortir.

Milier mengatakan, 3.113 alat peledak rakitan dan 55 ranjau telah dimusnahkan sejak awal operasi tersebut.


Angkatan Bersenjata Turki melancarkan Operasi Tameng Eufrat pada Agustus 2016 melawan militan petempur ISIS dan Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG), sayap militer Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah (PYD).

Turki menganggap YPG dan PYD sebagai organisasi teroris karena hubungan mereka dengan kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X