Etnis Kurdi Deklarasikan Wilayah Federal di Suriah Utara

Kompas.com - 18/03/2016, 09:30 WIB
Pasukan Kurdi Suriah mengibarkan bendera di kota Tal Abyad sebagai tanda mereka sudah menduduki kota di perbatasan Turki itu. AP PhotoPasukan Kurdi Suriah mengibarkan bendera di kota Tal Abyad sebagai tanda mereka sudah menduduki kota di perbatasan Turki itu.
EditorErvan Hardoko
BEIRUT, KOMPAS.com - Kelompok utama etnis Kurdi Suriah, Kamis (17/3/2016), memproklamasikan sebuah wilayah federal di daerah yang mereka kuasai di utara Suriah.

Proklamasi ini langsung ditolak baik oleh pemerintah Damaskus maupun kelompok oposisi Suriah.

Deklarasi itu dibuat bersamaan dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin  yang menegaskan Moskwa bisa mengirim pasukan ke Suriah dalam beberapa jam meski saat ini mundur.

Waktu deklarasi, yang juga bertepatan dengan pembicaraan damai Suriah di Swiss, nampaknya terlihat sebagai sebuah kemajuan dalam perang saudara ini.


Namun, deklarasi Kurdi ini juga memicu kekhawatiran bahwa terbentuknya sebuah unit federal akan  berbuntut pada pecahnya negara.

Nawaf Khalil, petinggi Partai Persatuan Kurdi (PYD), kepada Associated Press mengatakan, deklarasi itu dibacakan dalam konferensi Kurdi di kota Rmeilan, provinsi Hassakeh.

Khalil mengatakan para peserta pertemuan di Rmeilan telah menyepakati sebuah sistem demokrasi federal untuk Rojava-Suriah Utara.

Rojava adalah istilah dalam bahasa Kurdi yang merujuk pada tiga distrik yang berada di bawah kendali Kurdi yaitu Jazira, Kobani dan Afrin.

Khalil menambahkan, para peserta pertemuan yang terdiri dari etnis Turki, Arab, umat Kristen dan Kurdi telah menyepakati pembentukan sistem federal itu.

"Federal dan Demokrasi Suriah adalah sebuah jaminan sebuah peluang hidup berdampingan dan persaudaraan di antara warga," demikian bunyi sebuah spanduk di ruang pertemuan di Rmeilan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X