Kompas.com - 21/08/2014, 10:33 WIB
Wartawan AS James Foley dengan eskekutornya yang bertopeng. Foley telah hilang sejak dia ditangkap di Suriah pada November 2012. Namun sebuah video terbaru yang dirilis ISIS menunjukkan Foley dipenggal setelah Presiden Obama memerintahkan serangan udara terhadap posisi kelompok militan itu di Irak utara pada awal Agustus ini. YouTubeWartawan AS James Foley dengan eskekutornya yang bertopeng. Foley telah hilang sejak dia ditangkap di Suriah pada November 2012. Namun sebuah video terbaru yang dirilis ISIS menunjukkan Foley dipenggal setelah Presiden Obama memerintahkan serangan udara terhadap posisi kelompok militan itu di Irak utara pada awal Agustus ini.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM — Sebuah tim Operasi Khusus AS sudah mencoba untuk menyelamatkan James Foley, wartawan yang dipenggal ISIS, dan sejumlah warga Amerika lainnya yang disandera di Suriah dalam sebuah misi rahasia pada awal Juli lalu. Namun, operasi yang diotorisasi Presiden Barack Obama itu gagal. Demikian kata sejumlah pejabat senior AS, Rabu (20/8/2014).

Sehari setelah kaum militan Sunni itu menyebarkan video yang menunjukkan pemenggalan Foley di YouTube dan Twitter, sejumlah pejabat AS menggambarkan apa yang mereka sebut sebuah "operasi yang rumit" di mana puluhan pasukan komando diterjunkan ke daerah terpencil di Suriah. Badan-badan intelijen AS yakin beberapa sandera ditahan militan ISIS yang kini berganti nama menjadi Negara Islam di lokasi yang menjadi target.

Namun, ketika tim Operasi Khusus itu tiba di lokasi, para sandera tidak berada di sana. Para pejabat itu mengatakan, pasukan komando terlibat baku tembak dengan kaum militan, dan satu warga AS sedikit terluka ketika salah satu pesawat AS terbakar. Semua anggota tim kemudian berhasil dievakuasi. Para pejabat itu mengatakan, mereka yakin sejumlah teroris tewas dalam operasi tersebut.

"Upaya itu akhirnya tidak berhasil karena para sandera tidak berada di lokasi operasi," kata seorang pejabat senior pemerintah. "Kami jelas berharap operasi tersebut berhasil."

"Amerika Serikat telah berupaya melakukan operasi penyelamatan baru-baru ini guna membebaskan sejumlah sandera Amerika yang disekap di Suriah oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)," kata juru bicara Pentagon, Laksamana Muda John Kirby, dalam sebuah pernyataan. "Operasi itu melibatkan komponen udara dan darat dan terfokus pada sebuah jaringan penculik tertentu di dalam ISIS."

Para pejabat AS itu tidak membeberkan berapa banyak sandera yang mereka upayakan untuk diselamatkan atau memberikan nama orang-orang yang mereka yakin sedang disandera kaum militan.

Pemerintah AS mengatakan, keputusan memberikan informasi tentang upaya penyelamatan itu dibuat karena sejumlah organisasi media telah siap untuk mengungkapkan pelaksanaan misi tersebut. Para pejabat itu mengatakan, mereka menjaga kerahasiaan misi itu selama berapa minggu dalam upaya untuk "menjaga peluang" bisa melakukan operasi penyelamatan lain.

Para pejabat itu tidak akan memberikan lokasi persis misi tersebut, tetapi menegaskan bahwa jika operasi itu terjadi di atau dekat wilayah berpopulasi padat, hal itu mungkin sudah lama ketahuan. Para pejabat itu juga menolak untuk menggambarkan lokasinya. Mereka mengatakan, sebagian kaum militan di lapangan mungkin belum menyadari bahwa misi itu merupakan sebuah upaya penyelamatan sandera.

Pemerintah AS tidak tahu apakah para sandera tidak pernah berada di lokasi yang ditunjuk intelijen itu, atau apakah mereka telah dipindahkan sebelum tim Amerika tiba. "Yang benar adalah kami tidak tahu," kata seorang pejabat. "Ketika kami tiba di sana, mereka tidak ada. Kami tidak tahu mengapa."

Misi tersebut diotorisasi Obama setelah pihak intelijen menyarankan sebuah lokasi di mana para sandera ditahan, kata para pejabat itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.