Kompas.com - 27/11/2013, 16:57 WIB

Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
Shutterstock Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
EditorErvan Hardoko
MAZAR-I-SHARIF, KOMPAS.com — Sekelompok orang bersenjata yang diduga adalah Taliban, Rabu (27/11/2013), menembak mati enam warga lokal yang bekerja untuk kelompok amal Perancis, ACTED, di Afganistan utara.

Keenam orang itu diseret dari mobil yang mereka kendarai di distrik Pashtun Kot, provinsi Faryab, yang berbatasan dengan Turkmenistan. Setelah itu, keenam orang tersebut langsung ditembak mati.

"Mereka sedang menempuh perjalanan dari (ibu kota provinsi) Maimana ke distrik Almar. Mereka dikejar tersangka Taliban dan mobil mereka dihentikan di distrik Pashtun Kot," kata kepala kepolisian provinsi Faryab, Nabi Jan Mullahkhail.

Badan untuk Kerja Sama Teknik dan Pembangunan (ACTED) mengeluarkan pernyataan dari kantor pusatnya di Paris, yang isinya mengecam keras pembunuhan tersebut.

"Enam staf warga Afganistan tewas dalam sebuah serangan yang mengincar tim beranggotakan tujuh orang itu. Satu orang staf terluka," demikian pernyataan resmi ACTED.

ACTED adalah lembaga nonpemerintah yang didirikan pada 1993 dan kini menjalankan sejumlah proyek rekonstruksi di Afganistan dan negara-negara berkembang lain.

Saat ini, ACTED memiliki 34 proyek di Afganistan. Tahun lalu lembaga ini memiliki 864 staf lokal dan 13 staf internasional di negeri itu.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X