Kompas.com - 01/07/2013, 16:36 WIB
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com — Perang saudara yang sudah terjadi lebih dari dua tahun di Suriah, telah menghancurkan 9.000 bangunan milik pemerintah dan mengakibatkan kerugian setidaknya 15 miliar dollar AS atau hampir Rp 150 triliun di sektor publik.

Dalam pernyataan yang dimuat sejumlah harian terbitan Suriah, Menteri Administrasi Suriah Omar Al Ibrahim Ghalaounji mengatakan, kerugian sebesar itu dihitung sejak Maret 2011 saat pemberontakan oposisi dimulai.

Sementara itu, mantan Menteri Perencanaan Suriah Abdullah al-Dardari, yang memimpin sebuah tim penghitung biaya rekonstruksi pascaperang, memperkirakan kerugian total Suriah akibat perang mencapai 60-80 miliar dollar AS.

Kepada Associated Press, Abdullah mengatakan, perekonomian Suriah menyusut 35 persen. Sebelum perang, perekonomian negeri ini tumbuh enam persen setahun.

Akibat perang, hampir 40 persen GDP Suriah hilang, dan cadangan uang negara di luar negeri hampir habis.

Selain itu, angka pengangguran Suriah juga meningkat yakni mencapai 2,5 juta orang dibandingkan sebelum perang yang hanya mencapai 500.000 orang.

Nilai tukar mata uang Suriah juga turun drastis dan mencatat rekor terendah bulan ini menyusul keputusan AS mempersenjatai kelompok pemberontak.

Satu dollar AS kini bernilai 200 poundsterling Suriah. Padahal sebelum perang, satu dollar AS setara dengan 47 poundsterling Suriah.

Saat konflik pecah, Pemerintah Suriah memiliki cadangan keuangan sebesar 17 miliar dollar dalam bentuk mata uang asing.

Diyakini, cadangan uang itu menyusut akibat dua pilar utama ekonomi Suriah, yaitu ekspor minyak mentah dan turisme, merosot tajam.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.