Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Pakai Produk Sendiri, Turki Batalkan Pembelian Sistem Anti-Rudal dari China

Kompas.com - 16/11/2015, 03:04 WIB
ANTALYA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki membatalkan rencana kerja sama pembelian sistem persenjataan anti-rudal dengan China. Kerja sama itu sedianya bernilai miliaran dollar AS.

"Kesepakatan itu dibatalkan," kata  pejabat dari kantor Perdana Menteri Ahmet Davutoglu seperti dikutip AFP.

Rencana pembelian sisten persenjataan anti-rudal itu sedianya diharuskan dimiliki oleh negara-negara anggota NATO.

Adapun salah satu alasannya Turki membatalkan rencana pembelian itu lantaran mereka ingin memiliki sistem persenjataan buatan dalam negeri.

"Kami akan segera luncurkan proyek rudal nasional milik kami sendiri," tambahnya.

Turki sebelumnya mengadakan kerja sama dengan Pemerintah China di tahun 2013. Dalam kerja sama tersebut, direncanakan pembelian sistem pertahanan anti-rudal senilai 3,4 miliar dollar AS.

Konsorsium Pemerintah Perancis dan Italia juga sebelumnya menawarkan hal serupa, termasuk Pemerintah AS, namun Turki memilih mendekati China ketika itu.

Di sisi lain, NATO menilai sistem rudal dari anggota harus serupa dengan yang dimiliki oleh sesama anggota lainnya, termasuk Turki.

Sementara itu, pemerintah Turki menyebut akan menyampaikan pernyataan resminya terkait hal ini pekan depan.

Persoalan alih teknologi

Pejabat lain di Turki menyebut persoalan transfer teknologi juga menjadi penghalang kerja sama tersebut dengan China.

"Mereka (China) menolak permintaan kami," kata pejabat tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com