Pete Buttigieg Menang Tipis Kaukus Iowa Partai Demokrat

Kompas.com - 08/02/2020, 23:13 WIB
Bakal Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wali Kota South Bend Pete Buttigieg AFP/JOSEPH PREZIOSOBakal Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wali Kota South Bend Pete Buttigieg

Namun, statusnya sebagai wajah baru Partai Demokrat juga memicu tidak sedikit yang penasaran dengan sosoknya.

Pelan tapi pasti, dukungan terhadap politisi yang baru berusia 38 tahun itu mulai meningkat terutama di Iowa. Dia secara mengejutkan memimpin survei Iowa pada musim gugur lalu.

Baca juga: Sanders Kalahkan Hillary di Kaukus Maine

Pendukung memujinya sebagai sosok baru menyegarkan. Ideologi politiknya yang moderat dinilai dapat menarik hati pemilik independen dan suburban Republikan.

Ditambah lagi latar belakangnya dari Indiana diharapkan dapat memikat pemilih kerah biru yang meninggalkan Demokrat pada Pilpres AS 2016.

Keberhasilan di Iowa memberikan momentum politik krusial bagi Buttigieg, yang akan menjadi presiden gay pertama AS jika terpilih.

Namun bukan berarti veteran Perang Afghanistan ini akan melenggang mudah untuk menjadi penantang Presiden Donald Trump pada November mendatang.

Blok pemilih Afro-Amerika yang selalu memainkan peranan penting menentukan pemenang primary Demokrat berpotensi menjadi batu sandungan Buttigieg.

Dengan dukungan sangat minim, hanya 2 persen dari pemilih kulit hitam, sulit membayangkan Buttigieg dapat memenangkan nominasi partai terutama primary di South Carolina dan kawasan selatan lainnya di mana pemilih berkulit hitam adalah mayoritas.

Buttigieg bukan berarti tidak berupaya meningkatkan dukungannya di mata pemilih minoritas ini. Namun, sejauh ini belum membuahkan hasil.

Hubungannya yang mesra dengan bankir Wall Street dan donatur kaya juga membuat sosoknya tidak populer di mata pemilih progresif liberal yang mendukung Sanders atau Warren.

Baca juga: Menangi Kaukus Maine, Ted Cruz Kembali Pecundangi Donald Trump

Bagaimana Sanders dan lainnya

Bagi Sanders, walau gagal menang, hasil ini tergolong menggembirakan setelah kampanyenya sempat diragukan karena angka survei yang stagnan, ditambah serangan jantung yang dialaminya pada Oktober 2019.

Status unggulan yang sempat hilang kembali direbut oleh senator berusia 78 tahun itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X