Virus Corona, China Tuduh AS Hanya Menyebarkan Kepanikan

Kompas.com - 03/02/2020, 16:17 WIB
Petugas medis bersiap untuk memeriksa kesehatan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dari Wuhan tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. ANTARA FOTO/KEMENTERIAN LUAR NEGPetugas medis bersiap untuk memeriksa kesehatan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dari Wuhan tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona.

BEIJING, KOMPAS.com - China menuduh Amerika Serikat ( AS) tidak membantu, hanya menyebarkan kepanikan, di tengah wabah virus corona yang membunuh lebih dari 300 orang.

Tuduhan itu dilayangkan kementerian luar negeri setelah korban meninggal melampaui wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS).

Hingga Senin (3/2/2020), otoritas kesehatan China mengonfirmasi korban meninggal mencapai 361 dengan kasus infeksi berada di level 17.205.

Baca juga: Warga Wuhan Diasingkan di Negaranya Sendiri karena Stigma Virus Corona

Sebabnya dalam 24 jam terakhir (2/2/2020), terdapat kasus kematian baru mencapai 57 orang, dengan kasus terinfeksi 2.829, dilansir SCMP.

Adapun wabah SARS yang sempat melanda dunia pada 2002 hingga 2003 silam menelan korban jiwa hingga 349 orang di daratan utama China.

Juru bicara kemenlu Hua Chunying dalam keterangan tertulis menyatakan, banyak negara mengapresiasi mereka untuk menangkal virus corona.

"Namun di momen lain, beberapa negara, sebut saja AS, secara tidak bertanggung jawab bersikap berlebihan, dengan tak mengindahkan saran Badan Kesehatan Dunia (WHO)," jelas Hua.

Diwartakan AFP, Hua menyebut Washington sama sekali tidak menawarkan bantuan substansial kepada mereka. Namun, AS yang pertama menarik personel dari konsulat di Wuhan.

Hua merujuk kepada ibu kota di Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus, di mana patogen tersebut pertama kali terdeteksi di Pasar Seafood Huanan.

Dia menjelaskan, AS adalah negara yang pertama menyarankan penarikan staf kedutaan, dan juga yang pertama menerapkan larangan bepergian.

Baca juga: Lampaui SARS, Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 361 Orang

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X