Hakim Inggris Sudah Peringatkan Teroris London Bridge Orang Berbahaya

Kompas.com - 01/12/2019, 14:22 WIB
Inilah Usman Khan. Pria 28 tahun yang ditengarai sebagai pelaku teror London Bridge yang menewaskan dua orang pada Jumat (29/11/2019). Daily Mirror NewsInilah Usman Khan. Pria 28 tahun yang ditengarai sebagai pelaku teror London Bridge yang menewaskan dua orang pada Jumat (29/11/2019).

LONDON, KOMPAS.com - Aksi teror di London Bridge pada Jumat (29/11/2019) yang menewaskan dua orang, dilakukan oleh Usman Khan, seorang narapidana terorisme.

Sebelum menusuk orang di London Bridge, Khan pernah dipenjara pada 2012 lalu. Ia dan delapan rekannya dipenjara karena merencanakan pengeboman Bursa Efek London.

Dilansir dari RT, pada sidang vonis 2012 lalu, anggota majelis hakim Wilkie sudah memperingatkan Khan adalah orang yang berbahaya.

Dalam putusan pengadilan, Wilkie menyebut Khan dan dua temannya sebagai pelaku jihad yang lebih serius dibanding teman-teman lainnya.


Baca juga: Fakta Pelaku Teror London Bridge, Bebas dari Penjara hingga Ingin Dirikan Kamp Pelatihan Teroris

"Mereka punya agenda jangka panjang, potensi bahayanya tidak kurang mematikan dari aksi jangka pendek lainnya," ujar Wilkie dalam petikan putusan.

Wilkie menggarisbawahi niat Khan yang serius dalam melatih dirinya dan merekrut orang lain. Khan dan teman-temannya berusaha membuka kamp pelatihan bagi teroris.

Mereka dinilai sangat berambisi melancarkan agenda jihad. Wilkie pun memperingatkan bahwa penjahat seperti Khan tetap berpotensi mengulangi perbuatannya bahkan setelah dipenjara cukup lama.

"Keamanan masyarakat dari penjahat seperti mereka hanya bisa terjadi jika pembebasannya diberikan sesuai pidana minimal yang saya tetapkan ini," kata Wilkie.

Baca juga: Inilah Para Pahlawan yang Hentikan Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang

Khan dan teman-temannya dipidana 18 tahun penjara. Namun 11 bulan lalu, tepatnya pada Desember 2018, Khan mendapat pembebasan bersyarat setelah menjalani kurang dari setengah vonisnya.

Sistem pemidanaan yang gagal

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji akan mengaji sistem pemidanaan negaranya.

Dikutip dari Evening Standard, Johnson menyesalkan sistem pemidanaan yang membuat Khan bebas dan kembali melakukan aksi teror.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X