Fakta Pelaku Teror London Bridge, Bebas dari Penjara hingga Ingin Dirikan Kamp Pelatihan Teroris

Kompas.com - 30/11/2019, 20:56 WIB
Inilah Usman Khan. Pria 28 tahun yang ditengarai sebagai pelaku teror London Bridge yang menewaskan dua orang pada Jumat (29/11/2019). Daily Mirror NewsInilah Usman Khan. Pria 28 tahun yang ditengarai sebagai pelaku teror London Bridge yang menewaskan dua orang pada Jumat (29/11/2019).

LONDON, KOMPAS.com - Seorang pria dibekuk dan ditembak mati setelah jadi pelaku teror London Bridge yang menewaskan dua orang.

Polisi menyatakan, tersangka diidentifikasi sebagai Usman Khan. Dia membunuh dua orang menggunakan pisau yang dibawanya.

Khan disebut pernah berurusan dengan hukum, dan terbukti bersalah dalam kasus terorisme yang membuatnya dipenjara 2012 silam.

Baca juga: Teror di London Bridge, 2 Orang Tewas Ditusuk

Dilansir dari Sky News Sabtu (30/11/2019), berikut merupakan sejumlah fakta Usman Khan, pelaku teror London Bridge.

1. Setahun Bebas dari Penjara

Pada Februari 2012, dia dipenjara setelah terbukti bersalah karena merencanakan pengeboman atas London Stock Exchange.

Saat itu, dia dihukum seumur hidup, dengan hakim memerintahkan dia tidak boleh dilepas sampai dianggap bukan ancaman publik.

Namun, vonis itu dibatalkan di tingkat Pengadilan Banding pada April 2013, dengan hukumannya berubah menjadi 16 tahun.

Usman Khan kemudian mendapat pembebasan bersyarat pada Desember 2018 setelah menghabiskan delapan tahun di hotel prodeo.

Baca juga: Video Detik-detik Pelaku Teror London Bridge Dibekuk dan Ditembak Mati

2. Rompi Bom Bunuh Diri Palsu

Polisi menyatakan, mereka meyakini serangan itu bermula di Fishmongers' Hall, tempat rehabilitasi bagi mantan narapidana.

Khan diduga hadir di sana untuk membagikan pengalamannya. Saat itulah, dia kemudian berteriak bakal "meledakkan" menggunakan rompi bom bunuh diri.

Setelah menyerang Fishmongers' Hall, Khan melanjutkan aksinya di London Bridge, di mana sekelompok pengguna jalan mengejar dan melumpuhkannya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X