Kompas.com - 15/10/2019, 13:16 WIB

Turki sudah menyatakan mereka bakal bertanggung jawab atas tawanan ISIS selama Operation Peace Spring pada Rabu pekan lalu (9/10/2019).

Namun kesepakatan antara Kurdi dengan pasukan pemerintah Suriah membuat situasinya bisa menjadi lebih rumit dari yang dibayangkan.

Pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad sudah bergerak ke perbatasan, memunculkan peluang penjara berisi anggota ISIS terbengkalai semakin besar.

Media pemerintah SANA melaporkan tentara pemerintah sudah bergerak ke Tal Tamr, dan bersiap menghadapi "agresi Turki" tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dampak dari konflik yang terjadi, lebih dari 700 tawanan maupun anggota keluarga ISIS yang melarikan diri dari kamp milik Kurdi.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyalahkan Ankara karena anggota kelompok ekstremis yang dinyatakan tak punya teritori sejak Maret itu bisa kabur.

"Turki jelas harus bertanggung jawab atas segala aksi baik yang dilakukan militer maupun pemberontak yang bersekutu dengannya," tegas Payne.

Baca juga: Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.