Pemerintah Hong Kong Bisa Batasi Akses Internet untuk Kendalikan Demonstrasi

Kompas.com - 08/10/2019, 08:03 WIB
Polisi huru-hara menangkap seorang pengunjuk rasa saat reli anti-pemerintah di pusat Hong Kong, China, Minggu (6/10/2019). Ribuan demonstran bermasker turun ke jalan buntut larangan penggunaan masker wajah yang diterapkan pemerintah setempat. ANTARA FOTO/REUTERS/JORGE SILVAPolisi huru-hara menangkap seorang pengunjuk rasa saat reli anti-pemerintah di pusat Hong Kong, China, Minggu (6/10/2019). Ribuan demonstran bermasker turun ke jalan buntut larangan penggunaan masker wajah yang diterapkan pemerintah setempat.

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan akses dan menyensor internet dalam upaya menanggulangi aksi protes yang semakin keras.

Langkah tersebut dimungkinkan setelah pemberlakukan larangan penggunaan penutup wajah dalam aksi protes gagal memadamkan kerusuhan.

Aksi protes yang diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan yang terjadi selama tiga hari terakhir telah membuat sebagian wilayah Hong Kong lumpuh.

Layanan kereta sebagian ditangguhkan, sementara massa unjuk rasa telah mulai mengarahkan kemarahan mereka ke sejumlah outlet bisnis yang dianggap pro-China.

Baca juga: Akhirnya, Pemimpin Hong Kong Umumkan Larangan Pemakaian Masker Wajah bagi Demonstran

Peningkatan kekerasan dalam aksi unjuk rasa itu menyusul pengumuman pemerintah Hong Kong yang kembali memberlakukan undang-undang darurat era kolonial yang sudah tidak digunakan selama lebih dari 50 tahun, yakni larangan penggunaan penutup wajah bagi peserta aksi demonstrasi.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengatakan larangan itu diperlukan untuk menahan kerusuhan, yang telah berlangsung hampir empat bulan dengan jutaan orang turun ke jalan menuntut China tak mengusik kebebasan otonomi kota itu.

Menanggapi aksi protes yang semakin keras, seorang anggota Dewan Eksekutif Hong Kong, Ip Kwok-him, mengangkat isu kemungkinan bagi pemerintah untuk melakukan pembatasan akses internet.

"Pada tahap ini, pemerintah bisa mempertimbangkan semua langkah hukum untuk menghentikan kerusuhan," kata Ip, politisi senior yang pro-Beijing, dalam sebuah wawancara radio, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Demonstran Anti-Pemerintah Pukul Seorang Pekerja Kantor China di Hong Kong

"Kami tidak akan mengesampingkan kemungkinan memberlakukan larangan terhadap internet," tambahnya, yang menyulut kekhawatiran di kalangan pengunjuk rasa.

Jaringan internet menjadi sangat penting bagi pengunjuk rasa, yang tidak digerakkan pemimpin publik dan lebih banyak menggunakan forum online serta aplikasi pesan terenkripsi untuk memobilisasi massa.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X