Mahathir Bawa Isu Rohingya ke Sidang Umum PBB, Desak Masyarakat Internasional Bertindak

Kompas.com - 25/09/2019, 18:02 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. AFP PHOTOPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mahathir juga menyoroti sikap otoritas Myanmar yang menolak akses pejabat PBB dan pekerja bantuan kemanusiaan yang hendak membantu warga Rohingya yang masih ada di Rakhine.

"Jika Myanmar tidak menyembunyikan apa pun, mengapa tidak mengizinkan pihak lain menilai situasi di Rakhine? Biarkan para pejabat dan pekerja bantuan datang, memeriksa dan membantu mereka yang tinggal di kamp-kamp," ujar perdana menteri.

Repatriasi atau pemulangan, kata Mahathir, harus menjadi prioitas utama Myanmar untuk menunjukkan keseriusan dalam mengatasi krisis Rohingya. Namun, dua upaya pemulangan yang disiapkan telah gagal.

"Alasannya jelas. Tidak akan ada yang bersedia kembali jika mereka merasa keselamatan jiwa mereka tidak terjamin."

"Dalam hal ini, Malaysia tetap bertahan bahwa repatriasi harus dilakukan dengan cara yang aman, sukarela, dan bermartabat," ujar Mahathir.

Baca juga: Kelompok Kriminal dan Ekstremis Kuasai Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Mahathir menambahkan hal itu hanya bisa dilakukan dengan memberikan jaminan kewarganegaraan penuh kepada pengungsi Rohingya.

"Tetapi otoritas Myanmar telah memanipulasi masalah Rohingya dengan menghasut rasa takut, kebencian, dan kekerasan. Sehingga hanya mempertimbangkan gagasan pemberian kewarganegaraan tidak dapat diterima."

Mahathir mengatakan bahwa jelas pemerintah Myanmar tidak ingin mengambil tindakan apa pun untuk menyelesaikan krisis etnis ini.

"Oleh karena itu, terserah kepada kita, masyarakat internasional, untuk melakukan sesuai tentang situasi ini," ujarnya.

"Kami berharap pihak lain akan bergabung dengan kami dan Bangladesh dalam tekad kami mengakhiri kesengsaraan yang dialami Rohingya. Kita harus mengakhiri krisis dan kita harus melakukannya sekarang," kata Mahathir.

Baca juga: Nasib Pengungsi Rohingya, Edarkan Narkoba dan Ditembak Pasukan Bangladesh

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X