Kompas.com - 30/08/2019, 08:47 WIB

Marquez berkata dia bakal mencoba "dialog" dengan para pemilik tanah maupun pengusaha supaya bersedia berkontribusi terhadap "perjuangan" mereka.

Komisi perdamaian Kolombia Miguel Ceballos mengatakan, pengumuman yang disampaikan Marquez mengkhawatirkan. Apalagi, keberadaannya selama setahun juga tidak diketahui.

Dalam wawancara dengan Blu Radio, Ceballos menuturkan sebenarnya pemerintah tidak terkejut. Hanya dia tetap menyayangkan Marquez memilih hengkang dari perdamaian.

Sementara Duque dalam konferensi pers menegaskan telah mengerahkan unit militer untuk mengumpulkan data intelijen guna melacak keberadaan grup itu.

Bahkan, dia menawarkan hadiah hingga 882.000 dollar AS, sekitar Rp 12,5 miliar, bagi siapa pun yang bisa menyeret setiap tokoh pemberontak di video tersebut.

Baca juga: Pejabat Senior Taliban: Para Pemberontak Tetap Ingin Perdamaian

Dia menuduh Marquez tidak sedang menjalankan agenda gerilya. Namun hendak menggelar aksi terorisme dengan mendapat dukungan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

"Warga Kolombia harus tahu bahwa gerilya baru tidak sedang terjadi. Tetapi yang terjadi sebenarnya adalah aksi kriminal yang disokong Maduro," kata Duque.

"Mari kita tidak jatuh dalam perangkap orang yang sengaja menggunakan alibi ideologi demi melaksanakan kejahatan di negara ini," lanjut Duque.

Pernyataan Duque mendapat dukungan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido yang menuding kelompok Tentara Rakyat FARC (FARC-EP) sengaja menggunakan teritori Venezuela untuk mengancam Kolombia.

FARC yang merupakan kelompok pemberontak terbesar Kolombia, didirikan pada 1964 sebagai sayap militer Partai Komunis, dan mengikuti ideologi Marxist-Leninist.

Para pendiri utamanya adalah petani kecil dan pekerja yang memutuskan bersatu dan angkat senjata demi menghapus ketidakadilan di Kolombia saat itu.

Pada puncaknya 2002 silam, FARC beranggotakan 20.000 personel dan menguasai setidaknya sepertiga Kolombia, hingga kelompok itu terus mengalami kekalahan di 2008.

Baca juga: Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber BBC,AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.