Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Kompas.com - 21/08/2019, 22:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Seorang politisi Denmark melontarkan sindiran kepada Presiden AS Donald Trump setelah dia mengaku tertarik membeli Greenland.

Pekan lalu, Wall Street Journals merilis laporan bahwa Trump berniat membeli pulau terluas di dunia yang merupakan wilayah otonomi Kopenhagen itu.

Baca juga: Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Trump lalu mengakui dia tertarik, yang langsung menuai tanggapan dari Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bahwa Greenland tak dijual.

Pada Selasa (20/8/2019), presiden 73 tahun itu membuat keputusan mengejutkan dengan membatalkan agenda kunjungan ke Kopenhagen September nanti.

Sebabnya sebagaimana diwartakan Newsweek, Frederiksen tidak berniat untuk mendiskusikan pulau yang 85 persen ditutupi oleh es itu.

Meski Trump menyebut hanya menunda, Gedung Putih kemudian mengumumkan agenda itu dibatalkan, yang dibenarkan oleh pihak kerajaan.

"Ini benar-benar mengejutkan. Kami sama sekali tidak bisa berkomentar untuk kasus yang tengah terjadi," kata juru bicara kerajaan, Lene Balleby.

Politisi baik di Denmark maupun Greenland menyuarakan kecaman tidak hanya kepada pembatalan, namun juga ide yang dilontarkan Trump.

Rasmus Jarlov dari Partai Konservatif Rakyat Denmark berkicau di Twitter, dia tak percaya Trump menganggap ada wilayah mereka yang bisa dijual.

"Kemudian dia melakukan penghinaan dengan membatalkan kunjungan yang sudah dipersiapkan. Apa ada wilayah AS yang dijual? Alaska? Tolong tunjukkan hormat," tegasnya.

Sementara mantan ketua parlemen Pia Kjaersgaard mengatakan presiden ke-45 AS itu sudah bersikap tidak hormat kepada kerajaan.

Apalagi, yang mengundangnya secara pribadi adalah Ratu Margrethe II sendiri. "Ini perilaku jahat kepada rakyat dan Ratu Denmark," ujarnya.

Menteri Utama Greenland Kim Kielsen sudah menegaskan wilayah mereka terbuka untuk bisnis dengan negara lain. Namun tidak untuk dijual.

Baca juga: Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui



Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X