Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Kompas.com - 21/08/2019, 18:19 WIB
Foto bertanggal 15 Agustus 2019, menunjukkan kapal tanker Iran, Grace 1 saat di pelabuhan Gibraltar. AFP / JORGE GUERREROFoto bertanggal 15 Agustus 2019, menunjukkan kapal tanker Iran, Grace 1 saat di pelabuhan Gibraltar.

ATHENA, KOMPAS.com - Pemerintah Yunani mengatakan pihaknya tidak melihat adanya permintaan berlabuh dari kapal tanker milik Iran di pelabuhannya.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Perdagangan Laut Yunani Ioannis Plakiotakis, setelah sebuah situs pelacak maritim melaporkan tujuan kapal tanker Iran tersebut adalah pelabuhan Kalamata di Yunani.

"Tidak ada permintaan resmi mengenai kedatangan kapal tanker Iran di pelabuhan Yunani," kata Plakiotakis kepada media setempat, Selasa (20/8/2019).

"Kami terus mengikuti perkembangan yang ada dan bekerja sama dengan menteri luar negeri," tambahnya.


Baca juga: Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Menurut situs Marine Traffic, pada Selasa (20/8/2019), kapal tanker Iran Adrian Darya 1, yang membawa muatan 2,1 juta barel minyak, berada di sekitar 100 kilometer barat laut pelabuhan Oran di Aljazair.

Kapal tanker Adrian Darya, yang sebelumnya bernama Grace 1, belum lama dibebaskan setelah sempat ditahan selama enam pekan di pelabuhan Gibraltar.

Kapal tanker itu ditangkap Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada 4 Juli lalu karena dicurigai mengirimkan minyak ke Suriah, yang berarti melanggar sanksi Uni Eropa.

Kapal tanker itu kembali berlayar meninggalkan pelabuhan Gibraltar pada Minggu (18/8/2019) malam dan diperkirakan menuju Yunani.

Baca juga: Kapal Tanker Iran yang Ditahan Inggris Tinggalkan Pelabuhan Gibraltar

Otoritas pelabuhan Kalamata, yang berada di Semenanjung Peloponnese, Yunani, belum mengonfirmasi informasi yang menyebut arah perjalanan kapal tanker Iran tersebut.

Sementara itu, otoritas pelabuhan Iran mengatakan jika kapal tanker Adrian Darya saat ini masih berada di perairan internasional dan belum memiliki tujuan yang jelas, termasuk dengan nasib muatannya.

Jika benar kapal tanker itu menuju Kalamata, Yunani, maka diperkirakan kapal tersebut akan tiba setelah melakukan perjalanan selama sekitar lima hari sejak waktu keberangkatan dari Gibraltar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X