Kompas.com - 08/08/2019, 16:11 WIB

Pertikaian diplomatik antara kedua negara bertetangga itu terjadi usai sebuah laporan media mengatakan ada lebih dari 500 orang telah ditangkap dalam tindakan keras di India Kashmir, yang kini berada di bawah jam malam yang ketat untuk menekan aksi kerusuhan dalam menanggapi penghapusan status otonomi.

Mereka yang ditahan terdiri dari para profesor, pemimpin bisnis, serta aktivis universitas, selain juga warga sipil.

Total sebanyak 560 orang telah dibawa ke pusat penahanan domestik, setelah penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (6/8/2019) di kota Srinagar, Baramulla, dan Gurez, menurut media India Express.

Baca juga: Pemerintah India Hapus Status Otonomi Khusus Wilayah Kashmir

Penahanan itu terjadi saat Perdana Menteri Narendra Modi berpidato di depan radio negara India pada Kamis malam, untuk menjelaskan keputusan pemerintah nasionalis Hindu-nya.

Pemerintah India telah memberlakukan penguncian dan pemutusan layanan internet dan telepon, dengan hanya memungkinkan aksi jalan dalam "pergerakan terbatas di jalan-jalan yang biasanya ramai dengan turis".

Para telah memperingatkan bahwa lembah itu kemungkinan meletus dalam kemarahan atas langkah pemerintah unilateral yang mengejutkan begitu pembatasan dicabut, yang bisa datang segera setelah festival Idul Fitri Muslim pada hari Senin.

Pada Rabu (7/8/2019) malam, badan keamanan penerbangan India telah menyarahkan agar bandara di seluruh negeri untuk meningkatkan keamanan dengan keamanan sipil yang telah muncul sebagai sasaran empuk serangan teroris di belakang Kashmir.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, India Tutup Wilayah Kashmir dan Kirim 70.000 Tentara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.