Kompas.com - 06/08/2019, 22:58 WIB
Aktivis dan pendukung partai sayap kiri India meneriakkan slogan dalam aksi unjuk rasa menentang dekrit presiden yang menghapus status otonomi khusus wilayah Kashmir, di New Delhi, Senin (5/8/2019). AFP / JEWEL SAMADAktivis dan pendukung partai sayap kiri India meneriakkan slogan dalam aksi unjuk rasa menentang dekrit presiden yang menghapus status otonomi khusus wilayah Kashmir, di New Delhi, Senin (5/8/2019).

RAWALPINDI, KOMPAS.com - Militer Pakistan menyatakan teguh mendukung penduduk Kashmir, sehari setelah pemerintah India mengumumkan mencabut status otonomi khusus wilayah yang disengketakan itu.

Para komandan tertinggi angkatan darat Pakistan bertemu di garnisun di kota Rawalpindi untuk membahas langkah India, yang disebut bakal memperdalam permusuhan antara kedua negara berkekuatan nuklir itu.

Langkah pemerintah India dalam mencabut status yang telah disematkan selama tujuh dekade itu diyakini juga akan memperburuk pemberontakan berdarah yang telah berlangsung lama di Kashmir.

"Angkatan Darat Pakistan dengan tegas mendukung Kashmir dalam perjuangan mereka yang adil sampai akhir," kata kepala militer Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa, dalam twitnya setelah pertemuan.

"Kami siap dan akan melakukan apa pun untuk memenuhi kewajiban kami dalam hal ini," tambah Bajwa.

Baca juga: Pemerintah India Hapus Status Otonomi Khusus Wilayah Kashmir

Sementara ditambahkan juru bicara Mayor Jenderal Asif Ghafoor menyebut para komandan sepenuhnya mendukung penolakan pemerintah sipil terhadap langkah India.

"Pakistan tidak pernah mengakui upaya palsu India untuk melegalkan pendudukannya atas wilayah pegunungan yang disengketakan itu," tambahnya.

Pada Selasa (6/8/2019), sekitar 500 warga berunjuk rasa di Muzaffarabad, kota terbesar di Kashmir yang dikuasai Pakistan, dengan lebih banyak massa diperkirakan turun mengikuti aksi di kota-kota besar di seluruh penjuru negeri.

Pemerintah India mengumumkan, Senin (5/8/2019), mencabut status otonomi khusus wilayah Kashmir, membatalkan keputusan yang telah berlaku selama tujuh dekade.

Meskipun langkah tersebut dikhawatirkan bakal semakin mengobarkan ketegangan di wilayah mayoritas Musim itu dan memancing amarah Pakistan, Perdana Menteri Narendra Modi tetap mempercepat proses pembatalan status daerah khusus itu yang disengketakan dalam konstitusi.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, India Tutup Wilayah Kashmir dan Kirim 70.000 Tentara

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X