Kompas.com - 05/08/2019, 06:16 WIB

"Petugas mendatangi tersangka, yang membawa sebuah senjata, dan menangkapnya tanpa perlawanan," kata Allen, menambahkan bahwa pelaku bertindak kooperatif.

Dilansir USA Today, tersangka pelaku diketahui lulus dari sekolah menengah pada 2016 dan mendaftar di Collin College pada musim gugur 2017. Menurut pihak kampus, Crusius terdaftar sebagai mahasiswa di sana hingga musim semi 2019.

Polisi menduga pelaku melancarkan aksi penembakan massal dengan dilandasi motif kebencian rasial, setelah menemukan sebuah manifesto yang diduga diunggah ke dunia maya oleh tersangka.

"Saat ini kami memiliki manifesto dari individu ini yang menunjukkan sampai taraf tertentu jika dia memiliki hubungan dengan potensi kejahatan rasial," kata Greg Allen.

Baca juga: Penembakan Massal di Walmart Texas, Polisi Selidiki Dugaan Motif Rasial

Dalam manifesto online yang diduga diunggah pelaku, tertulis bahwa serangan tersebut sebagai respons terhadap invasi Hispanik di Texas.

Penembakan massal di Texas ini terjadi beberapa jam sebelum insiden serupa terjadi di Dayton, Ohio, pada Minggu (4/8/2019) dini hari, yang menewaskan sembilan orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN,USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.