Mengapa NATO Takut jika Perjanjian Nuklir antara AS dan Rusia Runtuh?

Kompas.com - 03/08/2019, 13:48 WIB
Pejabat Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan tentang sistem rudal jelajah 9M729 di hadapan jurnalis dan atase militer dalam konferensi di Moskwa, Rabu (23/1/2019). AFP / VASILY MAXIMOVPejabat Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan tentang sistem rudal jelajah 9M729 di hadapan jurnalis dan atase militer dalam konferensi di Moskwa, Rabu (23/1/2019).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Organisasi Kerja Sama Atlantik Utara ( NATO) yang mayoritas dihuni negara Eropa khawatir dengan runtuhnya perjanjian nuklir AS dan Rusia.

Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) yang diteken pada 1987 kolaps setelah AS menuding Rusia menempatkan rudal penjelajah yang dianggap pelanggaran.

Baca juga: AS Resmi Tinggalkan Pakta Nuklir Era Perang Dingin dengan Rusia

Sebabnya sesuai dengan INF, baik AS maupun Rusia dilarang untuk memproduksi rudal balistik, baik nuklir maupun konvensional, yang bisa melaju 500-5.500 km.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pihaknya bakal menanggapi dengan terukur dan bertanggung jawab untuk mencegah risiko dari adanya rudal 9M729 Rusia.

Namun sebagaimana diberitakan BBC Jumat (2/8/2019), Stoltenberg mengaku dia tidak ingin adanya perlombaan senjata baru, atau keputusan menempatkan rudal nuklir di Eropa.

Dalam wawancara Juli lalu, Stoltenberg menjelaskan kekhawatiran jika Rusia sampai mengembangkan senjata baru dengan merujuk kepada rudal 9M729 yang dipermasalahkan.

Dia menuturkan bahwa rudal itu selain bisa dimasukkan hulu ledak nuklir, keberadaannya sulit terdeteksi, dan mampu menjangkau kota utama Eropa dalam hitungan menit.

"Ini sangat serius. INF selama ini menjadi batu penjuru dalam mencegah perlombaan senjata selama bertahun-tahun. Kini perjanjian nuklir itu runtuh," keluhnya.

Selain Stoltenberg, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga memperingatkan bahwa INF yang disebut sebagai "rem berharga dalam mencegah perang nuklir" sudah hilang.

Dia kemudian menyerukan agar AS dan Rusia mencari kesepakatan baru dalam mencari solusi terkait pengendalian senjata. "(Kolapsnya) INF malah memperkuat, bukan mengurangi, ancaman rudal balistik," katanya.

Analis kemudian membeberkan ketakutan bahwa runtuhnya perjanjian bersejarah itu bisa membawa kepada perlombaan senjata tak hanya AS dan Rusia. Namun juga China.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia menginginkan adanya pembaruan dalam kesepakatan INF haruslah mencakup China, dan sempat mengklaim dua negara "tertarik" dengan usulnya.

"Kini setelah perjanjian itu berakhir, kami akan melihat perkembangan dan penempatan senjata baru," kata pakar militer Rusia, Pavel Felgenhauer.

"Jika kondisi itu terjadi, maka Rusia jauh lebih siap," lanjut Felgenhauer kepada AFP.

Baca juga: Mengenal INF, Perjanjian yang Bertujuan Mengurangi Nuklir AS dan Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X