Protes UU Ekstradisi, 2 Juta Orang Diklaim Penuhi Jalanan Hong Kong

Kompas.com - 17/06/2019, 07:01 WIB
Ribuan peserta unjuk rasa yang mengenakan baju hitam memenuhi jalanan Hong Kong Minggu (16/6/2019) sebagai bentuk menentang UU Ekstradisi. AFP/HECTOR RETAMALRibuan peserta unjuk rasa yang mengenakan baju hitam memenuhi jalanan Hong Kong Minggu (16/6/2019) sebagai bentuk menentang UU Ekstradisi.

HONG KONG, KOMPAS.com - Gelombang protes menentang UU Ekstradisi kembali digelar di Hong Kong dengan penyelanggara mengklaim aksi itu diikuti dua juta orang.

Dilaporkan BBC Minggu (16/6/2019), jika klaim itu terbukti, maka aksi protes tersebut bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Hong Kong.

"Dalam aksi demonstrasi hari ini (Minggu), kami mencapai dua juta orang," ujar Jimmy Sham dari kelompok Civil Human Rights Front kepada awak media.

Baca juga: Unjuk Rasa Anti-UU Ekstradisi di Hong Kong, Satu Orang Tewas Terjatuh dari Atap Gedung

Dalam protes yang berlangsung hingga malam waktu setempat, suasana berlangsung damai dengan polisi membiarkan massa yang bergerak pelan menyusuri jalanan utama.

Suasana tersebut berbeda ketika unjuk rasa sebelumnya pada Rabu pekan lalu (12/6/2019). Saat itu, polisi dan pengunjuk rasa terlibat bentrok dan berujung kepada puluhan orang cedera.

Aksi protes itu dimulai di Victoria Square pada siang hari setempat dengan banyak partisipan mengenakan baju hitam. Ada dari mereka yang membawa bunga.

Bunga itu untuk memperingati seorang pengunjuk rasa yang tewas terjatuh dari atap pusat perbelanjaan ketika menghindari kejaran polisi pada Sabtu (15/6/2019).

Progres dari aksi protes itu berjalan lambat karena massa dalam jumlah besar memblokir banyak titik serta dilaporkan memenuhi stasiun kereta.

Adapun berbeda dengan keterangan Sham, polisi menyatakan ada 338.000 orang yang berpartisipasi ketika aksi unjuk rasa mencapai puncaknya pada malam hari.

Ketika petang, massa mulai memenuhi jalanan utama serta persimpangan, dan berada di depan gedung parlemen sembari membawa spanduk bertuliskan "pelajar tak melakukan kerusuhan".

Spanduk itu merupakan respon setelah polisi menyebut aksi yang terjadi Rabu sebagai kerusuhan, sebuah pelanggaran yang bisa berujung kepada 10 tahun penjara.

Ma, pria 67 tahun yang ikut dalam aksi protes mengatakan Chief Executive Hong Kong Carrie Lam telah mengacuhkan perasaan dari mayoritas rakyatnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X