China Dukung Hong Kong Tunda Amandemen UU Ekstradisi

Kompas.com - 16/06/2019, 10:10 WIB
Massa pengunjuk rasa memadati dua ruas jalan raya utama di dekat kantor pusat pemerintahan di Hong Kong, Rabu (12/6/2019). Aksi massa itu untuk menentang UU Ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan. AFP / ANTHONY WALLACEMassa pengunjuk rasa memadati dua ruas jalan raya utama di dekat kantor pusat pemerintahan di Hong Kong, Rabu (12/6/2019). Aksi massa itu untuk menentang UU Ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyampaikan dukungannya terhadap pemimpin Hong Kong yang memutuskan menunda pembahasan rencana amandemen UU Ekstradisi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyebut keputusan pemerintah Hong Kong itu sebagai "upaya untuk lebih mendengarkan secara luas pandangan masyarakat dan mengembalikan ketenangan dalam masyarakat sesegera mungkin".

"Kami mendukung, menghormati, dan memahami keputusan itu," kata Geng Shuang dalam sebuah pernyataan, beberapa jam usai kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan penundaan UU tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Hong Kong, Sabtu (15/6/2019), telah mengumumkan menunda rencana kontroversial membahas UU Ekstradisi yang memungkinkan dilakukannya ekstradisi terhadap pelanggar ke China daratan.

Baca juga: Dapat Protes Keras, Pemerintah Hong Kong Umumkan UU Ekstradisi Ditunda

Dalam konferensi pers, Carrie Lam mengatakan, rencana pembahasan UU tersebut telah menimbulkan keraguan, kesalahpahaman, dan perpecahan di masyarakat.

"Saya harus mengakui bahwa dalam komunikasi dan penjelasan ada kekurangan. Karena itu kami menerima saran untuk menunda dan berpikir kembali," kata Lam dilansir BBC, Sabtu (15/6/2019).

Lam menjelaskan, pemerintah harus bertumpu kepada kepentingan terbesar Hong Kong, termasuk di antaranya adalah memulihkan perdamaian serta ketertiban.

Dia mengumumkan bahwa penundaan itu bakal berlangsung hingga mereka mendengarkan seluruh opini mengenai dampak dari UU Ekstradisi itu jika diterapkan.

"Karena itu, kami tidak berniat mengumumkan tenggat waktu kapan penundaan ini bakal berakhir," tegas politisi 62 tahun itu seperti dilansir AFP.

Kritik menyebut UU tersebut dikhawatirkan akan membuat rakyat Hong Kong menjadi subjek pengadilan di China yang terkenal buram dan dipolitisasi, yang pada akhirnya akan melemahkan kebebasan yang dijanjikan kepada bekas jajahan Inggris itu saat diserahkan kembali ke Beijing pada 1997.

"Hak dan kebebasan yang dinikmati rakyat Hong Kong dilindungi sepenuhnya sesuai dengan hukum. Fakta-fakta itu jelas bagi semua," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

"Menjaga kemakmuran dan stabilitas Hong Kong tidak hanya demi kepentingan China, melain juga demi kepentingan seluruh negara di dunia," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Meski UU Ekstradisi Ditunda, Aksi Massa di Hong Kong Bakal Tetap Jalan

Akan tetapi, meskipun pemerintah Hong Kong telah mengumumkan penundaan terhadap UU Ekstradisi tersebut, rakyat menyatakan bakal tetap menggelar aksi massa pada Minggu (16/6/2019).

Aksi unjuk rasa direncanakan akan terus digelar hingga pemerintah Hong Kong memutuskan membatalkan UU tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X